Menu Makan Bergizi Gratis Dikritik, BGN Turun Tangan Perbaiki Kualitas

- Senin, 02 Maret 2026 | 22:30 WIB
Menu Makan Bergizi Gratis Dikritik, BGN Turun Tangan Perbaiki Kualitas

Menu makan bergizi gratis alias MBG lagi ramai jadi perbincangan. Bukan tanpa sebab, komposisi makanannya dinilai jauh dari standar untuk memenuhi gizi anak-anak sehari-hari.

Protes pun berdatangan dari berbagai daerah. Para orang tua yang seharusnya menerima manfaat justru mengeluh.

Di Bekasi, Jawa Barat, dan Pontianak, Kalimantan Barat, misalnya. Dari tayangan Fokus Indosiar terlihat, satu paket MBG isinya cuma lima butir kurma, tiga klengkeng, dan satu jeruk. Sungguh minim.

Bahkan di Bogor, sejumlah ibu nekat mendatangi langsung dapur SPPG di Jonggol. Mereka minta penjelasan nyata di lapangan.

Keluhan mereka jelas: menu yang diberikan jauh dari kata layak. Ada paket yang isinya cuma tiga klengkeng, tiga kurma, sepotong roti, plus satu botol kecil jeli. Bagaimana bisa itu mencukupi?

Menanggapi gelombang protes ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut pihaknya sudah turun tangan. Mereka telah melakukan konsolidasi ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk perbaikan.

"Kami tidak ragu-ragu untuk menegur. Bahkan di bulan Ramadan ini ada kejadian di mana SPPG kami stop karena kualitas menunya yang jelek," tegas Dadan.

Ke depannya, setiap menu MBG akan dilengkapi dengan informasi harga dan angka kecukupan gizinya. Khusus untuk bulan Ramadan, menu yang disajikan diharapkan bisa memenuhi sekitar sepertiga dari kebutuhan gizi harian anak. Harapannya, program yang mulia ini benar-benar sampai ke penerima dengan kualitas yang terjaga.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar