Suasana di Islamic Cultural Center Jakarta, Minggu (1/3/2026) itu, terasa berat. Dalam acara yang digelar sebagai 'Majelis Tahlil Syahid Sayid Ali Khamenei', duka menyelimuti ruangan. Direktur ICC, Prof. Dr. Mohammad Sharifani, tampil menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun,” ujarnya, membuka sambutan. Suaranya terdengar parau. “Kepergian seorang alim selalu meninggalkan lubang dalam Islam. Lubang yang takkan pernah bisa ditutup oleh siapapun.”
Belasungkawa itu dia sampaikan bukan hanya untuk kalangan terdekat, melainkan untuk semua yang hadir dan kaum muslimin secara luas. “Khususnya untuk para pecinta jalan kebenaran,” lanjut Sharifani. “Semoga Allah terima ucapan kita.”
Menurutnya, apa yang terjadi adalah pukulan telak. Peristiwa menyedihkan bagi jutaan umat manusia di berbagai penjuru. “Apa yang menimpa Rahbar, Imam Ali Khamenei, adalah duka yang mendalam,” jelasnya. Lebih menyayat lagi, musibah ini terjadi di bulan suci Ramadan, saat jutaan orang menangisi kepergiannya sambil memanjatkan doa.
“Hari-hari ini di Iran adalah hari-hari yang sangat berat,” ungkap Sharifani, menggambarkan situasi terkini. Baginya, ini adalah momen penentuan bagi perjalanan revolusi Islam Iran. Bahkan, mungkin situasi tersulit yang pernah mereka hadapi sejak revolusi bergulir.
Dia menegaskan, sang pemimpin yang gugur itu bukan sekadar figur politik. “Syahid Sayid Ali Khamenei adalah sosok yang mewakili front kebenaran. Pejuang yang berdiri melawan front kebatilan,” ucapnya. Gugurnya Khamenei, dengan demikian, lebih dari sekadar berita kematian biasa.
Artikel Terkait
Manchester United Kembali Bangkit, Kalahkan Crystal Palace 2-1 untuk Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Korlantas Andalkan Teknologi Digital untuk Atur Arus Mudik dan Balik di Tol
Jakarta Electric PLN Mobile Lolos ke Final Four Proliga Usai Kalahkan Livin Mandiri 3-0
Jadwal Buka Puasa Hari Ini di Jakarta: Maghrib Pukul 18.15