Setidaknya 14 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangkaian serangan udara Israel yang menghantam sejumlah titik di Lebanon selatan, menjadikannya pelanggaran paling mematikan terhadap perjanjian gencatan senjata yang masih berlaku.
Berdasarkan laporan kantor berita Anadolu Agency, Selasa (2/6/2026), salah satu serangan menghantam sebuah bangunan dan area parkir di persimpangan Maarka, tepat di dekat Rumah Sakit Jabal Amel di Tyre. Insiden tersebut menewaskan dua orang dan melukai 23 lainnya, sebagaimana dikutip dari kantor berita nasional Lebanon, NNA.
Serangan itu menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas rumah sakit, menurut keterangan seorang reporter Anadolu di lokasi kejadian. Sementara itu, satu orang tewas dan satu lainnya luka-luka dalam serangan terpisah di kota Chehabiyeh, distrik Tyre.
Di sisi lain, sebuah serangan drone menghantam kendaraan di jalan Zefta-Nabatieh. Akibatnya, pengemudi tewas di tempat dan seorang petugas medis yang berada di dekatnya turut mengalami luka-luka.
Dua orang lainnya dilaporkan tewas ketika sebuah drone Israel menyerang kendaraan mereka di kota Braiqaa, Lebanon selatan. Dalam insiden terpisah, seorang warga negara Suriah tewas dalam serangan di dekat Rumah Sakit Sheikh Ragheb Harb di kota Toul.
Artikel Terkait
BMKG: Sebagian Jakarta Timur dan Selatan Berpotensi Hujan Ringan, Wilayah Lain Cerah
Universitas Ciputra Jakarta Buka Beasiswa Penuh Kuliah Gratis 4 Tahun Lewat OSC 2026
Kebakaran di Permukiman Padat Kemayoran Padam Setelah 7 Jam, Sejumlah Warga Dirawat karena Sesak Napas
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jawa Barat pada 2 Juni 2026