JAKARTA Gelombang pertama jemaah haji Indonesia akhirnya mulai berdatangan. Sekitar 5.997 orang telah tiba di Madinah, Arab Saudi. Dan yang menarik, mayoritas dari mereka adalah lansia.
Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B Ambary, langsung angkat bicara. Ia meminta para jemaah untuk tidak banyak bergerak ke sana kemari. Kurangi aktivitas yang tidak perlu, katanya. Soalnya, kesehatan harus dijaga betul.
“Jemaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia menambahkan, kondisi fisik yang prima itu penting. Terutama agar jemaah kuat menghadapi puncak ibadah haji yang akan berlangsung pada Mei mendatang.
Nah, di hari pertama kedatangan ini, hampir 6.000 jemaah mendarat melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz. Data menunjukkan, 5.997 orang itu tergabung dalam 15 kelompok terbang atau kloter. Mereka tiba secara bertahap, hingga pukul 22.55 waktu setempat.
Jemaah ini berasal dari berbagai embarkasi di Indonesia. Ada dari Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, dan Makassar. Pokoknya, dari banyak daerah.
Sementara itu, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, juga punya imbauan. Ia meminta jemaah waspada terhadap perubahan cuaca di Madinah. Caranya? Pakai alat pelindung diri.
“Jemaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu, penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20–30 menit,” katanya, Kamis (23/04).
Ia juga menyarankan pemakaian tabir surya dan pelembap bibir. Biar tubuh tidak kering dan terbakar akibat cuaca panas.
Di sisi lain, ada kabar gembira. Lima kloter pertama jemaah mendapatkan fasilitas hotel yang super dekat dengan Masjid Nabawi. Jaraknya cuma sekitar 50 meter. Bayangkan, dari pintu hotel, tinggal jalan sedikit sudah sampai. Ini jelas memudahkan, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas yang ingin beribadah atau berziarah ke Raudhah.
Lebih dari 2.500 jemaah dikabarkan mendapat hotel yang berdekatan dengan pintu 330 Masjid Nabawi. Akses menuju area ibadah pun jadi lebih gampang.
Ada juga perubahan dalam pelayanan haji tahun ini. Soal kartu Nusuk misalnya. Dulu, kartu itu dibagikan di Arab Saudi. Sekarang, sudah diberikan sejak di Tanah Air. Setibanya di hotel, pihak syarikah hanya memberikan sosialisasi cara pakainya.
Dengan berbagai kemudahan dan imbauan yang ada, semoga jemaah haji Indonesia bisa menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Kesehatan tetap dijaga, sampai seluruh rangkaian ibadah selesai.
Artikel Terkait
Raffi Ahmad Resmi Jadi Duta Kehormatan BPJS Kesehatan, Target Genjot Sosialisasi JKN ke Anak Muda
Kasus DBD di Indonesia Tembus 30.465, Pemerintah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Permintaan Ekspor Pupuk Indonesia Membludak, Pemerintah Jaga Keseimbangan Pasokan Domestik
SK Hynix Catat Laba Kuartalan Tertinggi, Didorong Gelombang Permintaan Chip AI