Polisi masih mendalami dugaan pelecehan seksual terhadap seorang anak baru gede (ABG) berusia 17 tahun berinisial AAW yang ditemukan bersama warga negara China, CH (50), di sebuah apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara. Namun, aparat menilai tuduhan penyekapan terhadap korban tidak memiliki dasar yang kuat.
“Kita lebih fokus kepada pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Untuk penyekapan sih sebenarnya kurang masuk ya unsurnya,” ujar Kasat PPA Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Ni Luh Sri Orsini, saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).
Menurut keterangan polisi, pertemuan antara AAW dan CH terjadi setelah korban dikenalkan oleh dua orang temannya yang masih di bawah umur. Salah satu dari teman tersebut ternyata sudah lebih dulu menjalin hubungan dengan CH.
“Dia dikenalkan, dikenalkan dua temannya, dua temannya si korban. Dua temannya itu salah satunya sudah sering ini dengan si WNA,” jelas Ni Luh.
“Yang mana temannya juga sebelumnya sudah beberapa kali berhubungan dengan WNA, sehingga kemudian dia mengajak si korban,” lanjutnya.
Korban tiba di apartemen dengan diantar menggunakan ojek daring yang dipesan oleh CH. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengemudi ojek, pemilik apartemen, dan pihak yang menyewakan unit tersebut. Namun, hingga saat ini AAW belum bisa dimintai keterangan karena kondisi kesehatannya yang belum pulih.
“Perkara kita sudah proses penyidikan ya. Namun untuk korban, setelah proses sidik belum bisa kita minta keterangan karena alasannya sedang kurang sehat,” ujar Ni Luh.
Sementara itu, CH masih berstatus sebagai saksi dalam kasus pelecehan seksual. Namun, ia telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara narkoba yang terungkap di lokasi yang sama.
“Belum. Untuk WNA ditetapkan tersangka untuk kasus narkoba. Kalau saya belum tersangka, masih penyidikan,” kata Ni Luh.
Di sisi lain, polisi mengungkap fakta baru bahwa CH memproduksi vape berisi narkoba jenis etomidate di apartemen tersebut. Bisnis haram ini disebut-sebut mampu menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah dalam sekali transaksi.
Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Ari Galang Saputro, menyatakan bahwa bahan baku narkoba dipesan langsung dari negara asal tersangka.
“Pengakuan dari tersangka, bahan yang dia pesan dari luar negeri, yakni dari China,” kata Galang, Kamis (7/5).
Meski demikian, polisi masih menghitung total omzet bulanan dari produksi etomidate tersebut karena sejumlah barang belum sempat diedarkan.
“Kalau omzet per bulan masih kita kalkulasi karena masih ada beberapa barang yang belum diedarkan,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Prabowo Tiba di KTT ASEAN ke-48 di Filipina, Gunakan Mobil Maung Garuda sebagai Simbol Diplomasi Industri Nasional
Psikolog TNI Sebut Empat Terdakwa Penyerangan Air Keras ke Aktivis KontraS Masih Layak Jadi Prajurit
Kapolri: Penguatan Kompolnas Bisa Diakomodasi dalam Revisi UU Kepolisian
Hari Kenaikan Yesus Kristus Selalu Jatuh pada Kamis, Ini Penjelasan Perhitungan Liturgisnya