Trump Ancam Kuba, Presiden Diaz-Canel Siapkan Perlawanan

- Selasa, 14 April 2026 | 11:30 WIB
Trump Ancam Kuba, Presiden Diaz-Canel Siapkan Perlawanan

Di Gedung Putih, Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang mengagetkan banyak pihak. Usai membahas Iran, presiden Amerika Serikat itu tiba-tiba mengalihkan perhatiannya ke sebuah pulau di Karibia. "Kita mungkin akan singgah ke Kuba setelah kita selesai dengan ini," ujarnya di hadapan para wartawan.

Trump tak menyembunyikan kritiknya. Menurutnya, negara itu dikelola dengan buruk selama bertahun-tahun. Pernyataannya ini sekaligus menjadi ancaman militer yang cukup serius, meski disampaikan dengan gaya khasnya yang blak-blakan.

Rencana itu, klaim Trump, punya dukungan kuat dari warga AS keturunan Kuba. Dia menyebut komunitas itu sebagai pendukung setianya.

"Kita memiliki banyak warga Kuba-Amerika yang hebat, yang hampir semuanya memilih saya," katanya.

Lalu dia melanjutkan dengan nada lebih emosional, "dan mereka diperlakukan dengan sangat buruk. Dalam banyak kasus, anggota keluarga telah dibunuh. Mereka telah dipukuli dan dirampok dan hal-hal mengerikan terjadi di Kuba."

Memang, hubungan Washington dan Havana sudah lama tegang. Sejak era Perang Dingin, segala sesuatunya tak pernah benar-benar cair. Sanksi dan blokade ekonomi AS masih berlaku, yang dampaknya dirasakan langsung oleh rakyat Kuba sehari-hari.

Namun begitu, ancaman Trump tak dibiarkan begitu saja. Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, langsung memberikan respons keras. Dalam wawancara dengan NBC News, dia menegaskan bahwa negaranya siap melawan.

"Tidak ada pembenaran bagi Amerika Serikat untuk melancarkan agresi militer terhadap Kuba,” tegas Diaz-Canel.

Peringatannya jelas dan tanpa basa-basi. "Warga Kuba siap membela negara mereka bahkan jika kami harus mati," tambahnya. Sebuah sinyal bahwa konfrontasi apa pun akan berujung pada perlawanan sengit.

Ancaman itu menggantung. Tapi satu hal yang pasti: ketegangan di Karibia tiba-tiba kembali memanas.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar