Pantai Sawarna Ramai Pengunjung Libur Lebaran, Ombak Besar Jadi Peringatan

- Selasa, 24 Maret 2026 | 12:00 WIB
Pantai Sawarna Ramai Pengunjung Libur Lebaran, Ombak Besar Jadi Peringatan

Hari ketiga Lebaran 2026, Pantai Sawarna di Lebak, Banten, benar-benar ramai. Wisatawan lokal membanjiri kawasan pesisir selatan itu, ingin menikmati panorama alam yang memukau. Suasana liburan terasa sangat hidup.

Tak cuma keluarga yang datang berombongan. Tampak juga kelompok dari berbagai organisasi kemasyarakatan, plus anak-anak muda yang ingin melepas penat. Mereka tak hanya memadati Pantai Sawarna utama, tapi juga menyebar ke sejumlah spot ikonik di sekitarnya. Sebut saja Pantai Tanjunglayar, Karangbokor, atau Goa Lalay dan Langgir. Semua tempat itu sama-sama dipenuhi pengunjung yang antusias.

Di balik keramaian itu, ada kekhawatiran yang diungkapkan pihak berwenang. Cuaca di pantai selatan dinilai kurang bersahabat, dengan ombak yang besar dan berpotensi berbahaya.

Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma, mengaku terus menyampaikan imbauan kepada para pengunjung.

"Kita tidak henti-hentinya untuk menyampaikan wisatawan agar tidak berenang ke tengah melebihi bendera merah guna menghindari kecelakaan laut," katanya, seperti dilansir Antara, Selasa (24/3/2026).

Dia memastikan bahwa peringatan terus dimaksimalkan. Untungnya, sejauh ini belum ada laporan kecelakaan laut yang menimpa wisatawan. Meski begitu, kewaspadaan tetap ditingkatkan.

"Kami minta wisatawan sebaiknya agar tidak berenang karena khawatir tersapu ombak," tambah Erwin. Imbauan itu jelas bukan tanpa alasan. Keselamatan adalah yang utama.

Di tengah imbauan itu, para wisatawan tetap menikmati liburan mereka. Seperti Rohmatulloh, seorang pengunjung asal Rangkasbitung, yang datang bersama seluruh keluarganya.

"Kami senang mengisi liburan Lebaran di Pantai Sawarna, karena alamnya masih alami dan deburan ombaknya cukup besar," ujarnya.

Bagi mereka, momen kebersamaan di tempat yang indah inilah yang membuat liburan Lebaran terasa spesial. Panorama yang memikat, meski ombaknya menggulung keras, tetap menjadi daya tarik yang sulit ditolak.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar