MURIANETWORK.COM - Penyanyi cilik Betrand Peto dikabarkan sangat antusias menyambut bulan Ramadhan 2026. Hal ini diungkapkan oleh ayah angkatnya, Ruben Onsu, dalam sebuah percakapan dengan awak media di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Menariknya, antusiasme Betrand bukan semata untuk berpuasa, melainkan karena ia menantikan momen membangunkan sang ayah untuk makan sahur.
Antusiasme Betrand Menyambut Ramadhan
Ruben Onsu menjelaskan bahwa semangat putra angkatnya itu memiliki alasan yang cukup mengejutkan sekaligus menghangatkan hati. Bagi Betrand, suasana Ramadhan identik dengan ritual sahur yang penuh keakraban di tengah keluarga.
"Kalau dia ngucap langsung nggak, tapi yang dia tunggu-tunggu itu dia pengen bangunin saya sahur," tutur Ruben saat ditemui di bandara.
Penyesuaian Rutin di Tengah Kesibukan
Di sisi lain, Ruben sendiri mengakui bahwa puasa tahun ini memerlukan berbagai penyesuaian. Sebagai seorang pekerja dan ayah, ia harus pintar membagi waktu antara ibadah, pekerjaan, dan mengurus anak-anaknya. Perencanaan jadwal tidur dan sahur pun menjadi hal yang ia pikirkan matang-matang.
"Cuma saya belum tahu nih apakah di sahur ini saya memang tidur dulu baru sahur, atau nanti habis subuh baru tidur. Karena sekarang ada anak, saya harus tahu dulu kegiatan dia di bulan puasa ini apa saja, minimal prepare pekerjaan dia selesai baru (tidur)," jelasnya lebih lanjut.
Persiapan Spiritual Sebagai Mualaf
Sebagai seorang mualaf, Ruben Onsu juga telah mempersiapkan diri secara spiritual untuk menjalani ibadah Ramadhan secara penuh. Ia mengaku mendapatkan bimbingan dari ulama dan sahabat dekatnya. Fokusnya saat ini adalah memperdalam pemahaman agama, salah satunya dengan memperbanyak hafalan surat-surat pendek dalam Al-Qur'an.
Meski demikian, ia mengakui masih merasakan perasaan gugup saat beribadah. "Belum, masih baca-baca surat-surat dulu saja. Kadang-kadang sudah hafal aja, nervous. 'Bi, bi, bi', bisa nervous loh. Maksudnya ya di hadapan Allah kita kan deg-degan gitu ya, nervous banget. Tapi dibantuin, itu yang penting sih, saya dibimbing. Benar-benar dibimbing," ungkap Ruben dengan nada yang jujur.
Dari percakapan ini, terlihat bagaimana Ramadhan tidak hanya menjadi momen ibadah individu, tetapi juga perekat hubungan keluarga dan proses belajar yang terus berlanjut, khususnya bagi mereka yang baru dalam menjalani perjalanan spiritualnya.
Artikel Terkait
Perseteruan Netizen Korea dan Asia Tenggara Memanas, Isu Rasisme dan Solidaritas Mengemuka
Kekurangan Perawat Onkologi Ancam Penanganan Kanker di Indonesia
Sidang Isbat Kemenag Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 2026 pada 17 Februari
Dompet Dhuafa Luncurkan Kampanye Berzakat Itu Kalcer Sambut Ramadan 1447 H