Kapolri Beberkan Fakta Motif Ledakan SMAN 72: Pelaku Diduga Korban Bullying

- Sabtu, 08 November 2025 | 17:42 WIB
Kapolri Beberkan Fakta Motif Ledakan SMAN 72: Pelaku Diduga Korban Bullying
Kapolri Respons Isu Pelaku Ledakan SMAN 72 Korban Bullying | Fakta Terbaru

Kapolri Respons Isu Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Korban Bullying

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan tanggapan mengenai isu yang beredar bahwa terduga pelaku peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, merupakan korban bullying.

"Itu salah satu yang kita kumpulkan, terkait bagian dari upaya kita mengungkap motif," ujar Sigit kepada wartawan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta, pada Sabtu (8/11).

Beliau menambahkan, "Artinya informasi-informasi yang terkait yang bisa mendukung proses kita untuk mendapatkan gambaran motif, tentunya, namun sekali lagi secara lengkap akan kita rilis karena kita sedang dalam tahap mengumpulkan semua informasi yang ada."

Kronologi Ledakan di Masjid Sekolah

Peristiwa ledakan ini terjadi di dalam masjid sekolah pada Jumat siang (7/11), tepat sebelum pelaksanaan Salat Jumat dimulai. Kejadian ini menyebabkan kepanikan dan korban luka-luka.

Penggeledahan Rumah Siswa dan Barang Bukti

Sebagai bagian dari penyelidikan, polisi melakukan penggeledahan di rumah seorang siswa yang berlokasi di Cilincing, Jakarta Utara. Proses penggeledahan berlangsung selama kurang lebih 7 jam dari Jumat sore hingga malam.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti penting. "Ditemukan beberapa bukti pendukung yang tentunya ini sedang kita kumpulkan. Ada tulisan, ada barang bukti serbuk yang diperkirakan menimbulkan potensi terjadinya ledakan, catatan-catatan lain kita kumpulkan, termasuk memeriksa medsos, keluarga, semuanya," jelas Kapolri Sigit. Barang bukti lain yang disita adalah dus bergambar pistol.

Korban Ledakan SMAN 72

Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta ini mengakibatkan 96 siswa mengalami luka-luka. Hingga berita ini diturunkan, tercatat masih ada 29 orang korban yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Penyelidikan terhadap motif dan kronologi lengkap insiden ini masih terus dilakukan oleh kepolisian untuk mendapatkan kejelasan atas peristiwa tersebut.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar