Gatot Nurmantyo Kenang Ryamizard Ryacudu: Mewujudkan Jalan di Aceh yang Sempat Dianggap Mustahil

- Senin, 01 Juni 2026 | 10:30 WIB
Gatot Nurmantyo Kenang Ryamizard Ryacudu: Mewujudkan Jalan di Aceh yang Sempat Dianggap Mustahil

Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mengenang sosok Ryamizard Ryacudu sebagai pemimpin yang mampu merealisasikan berbagai gagasan yang pada zamannya dianggap mustahil. Kenangan itu disampaikan Gatot saat melayat ke rumah duka Ryamizard di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (31/5/2026).

Salah satu pencapaian yang paling membekas dalam ingatan Gatot adalah keberhasilan Ryamizard mendorong pembangunan akses jalan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Aceh pascatsunami 2004. Saat itu, banyak pihak menilai pembangunan jalur darat yang menghubungkan sejumlah wilayah terdampak tsunami sulit diwujudkan karena kondisi medan yang rusak parah dan terputus di berbagai titik.

"Beliau yang menentukan dalam TMMD membuat jalan dari Banda Aceh sampai Teunom. Saat itu banyak yang menganggap tidak mungkin karena jalurnya putus-putus akibat tsunami," kata Gatot.

Meskipun menghadapi berbagai kendala di lapangan, Ryamizard tetap meminta program tersebut dijalankan. Hasilnya, akses yang semula dianggap sulit ditembus akhirnya dapat tersambung sesuai target yang ditetapkan.

"Beliau minta harus dilakukan dan akhirnya bisa terwujud. Sampai batas waktu yang ditentukan, jalur itu berhasil tembus," ujarnya.

Gatot menilai keberhasilan tersebut mencerminkan visi Ryamizard yang kerap melampaui cara pandang banyak orang di sekitarnya. "Saya katakan beliau itu yang saya anggap tidak masuk akal karena pikiran saya tidak sampai ke sana. Beliau mempunyai visi yang benar-benar bisa dipercaya dan akhirnya terbukti," katanya.

Di sisi lain, Ryamizard juga disebut memberikan kontribusi penting dalam pengembangan organisasi TNI Angkatan Darat melalui pembentukan berbagai satuan tempur dan penguatan kemampuan prajurit. Menurut Gatot, salah satu warisan yang masih dirasakan hingga kini adalah pembentukan Batalyon Raider yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kesiapan tempur TNI AD.

"Beliau juga yang membentuk Batalyon Raider. Kiprah beliau untuk menjadikan angkatan darat yang profesional sangat besar," tuturnya.

Gatot menambahkan bahwa berbagai gagasan dan kebijakan yang ditinggalkan Ryamizard menjadi fondasi penting dalam pengembangan TNI AD hingga saat ini. Ryamizard merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada 2002 hingga 2005. Pada masa pemerintahan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, ia dipercaya menjabat Menteri Pertahanan pada periode 2014–2019.

Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada usia 75 tahun. Hingga Minggu malam, para pelayat dari kalangan keluarga, tokoh militer, pejabat negara, dan masyarakat masih terus berdatangan ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar