MAKASSAR Sepak bola itu aneh, ya. Di lapangan, semuanya terukur: taktik, statistik, kebugaran. Tapi selalu ada faktor lain yang sulit dijelaskan. Keyakinan, misalnya. Atau keberuntungan. Tomas Trucha, pelatih PSM Makassar, mungkin sedang merenungkan hal itu saat matanya tertuju pada satu nama yang belakangan ramai dibicarakan.
Pemain muda. Masih hijau. Tapi namanya? Wah, berat sekali. Seolah-olah ia sudah jadi bintang besar, padahal baru akan menapaki kasta tertinggi.
Kaka Amrullah Ronaldo Messi. Itu namanya.
Jendela transfer paruh musim Super League 2025/2026 sedang berlangsung. Banyak klub sibuk mencari pemain berpengalaman dari luar. PSM? Mereka punya cara lain. Klub kebanggaan Sulsel ini justru membuka pintu lebar-lebar untuk anak asli akademinya. Dan Kaka Amrullah adalah buktinya. Sebuah langkah berani yang patut dicatat.
Nama pemain bernomor punggung 96 itu kini sudah resmi terdaftar di sistem I.League. Proses administrasinya rampung di tengah rentang waktu transfer yang dibuka sejak 10 Januari lalu. Ia pun langsung turun ke lapangan, berlatih bersama skuad utama di Stadion Kalegowa, Gowa. Mencoba beradaptasi dengan ritme, atmosfer, dan tuntutan yang sama sekali berbeda.
Bagi Trucha, ini soal menambah opsi di lini tengah. Tapi bagi warga Makassar, ini lebih dari itu. Ini tentang mimpi yang diberi kesempatan untuk hidup.
Nama yang Bukan Sekadar Nama
Jelas, nama sepanjang itu bukan tanpa maksud. Sapriadi, ayah Kaka, adalah seorang penggemar sepak bola berat. Nama yang ia sematkan pada anaknya adalah sebuah doa, sekaligus harapan yang melangit.
Bayangkan saja. Ada empat legenda di dalamnya: Ricardo Kaka, Ronaldo Nazário, Cristiano Ronaldo, dan Lionel Messi. Total, mereka mengumpulkan 16 Ballon d’Or. Warisan simbolis yang luar biasa untuk dibawa seorang pemuda.
Bisa jadi itu beban. Tapi bisa juga jadi penyemangat.
“Ayah saya penggemar berat sepak bola. Beliau ingin saya bisa berprestasi seperti nama-nama besar itu,”
begitu pengakuan Kaka suatu waktu.
Menghadapi Sorotan
Reaksi publik pun beragam. Dari yang tersenyum geli, kagum, sampai yang mencibir. Namanya memang mudah menarik perhatian. Tapi Kaka sendiri terlihat cukup kalem menghadapinya.
Dia bilang, itu bukan tekanan. Justru pengingat untuk terus kerja keras. Menariknya, dari keempat bintang yang namanya disematkan padanya, idolanya cuma satu: Lionel Messi.
“Saya suka Messi karena ketenangannya saat bermain. Nama ini tidak membebani saya. Justru jadi motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi PSM,”
ujarnya dengan tenang.
Jejak di Akademi
Jangan salah. Kaka Amrullah bukan cuma sensasi karena namanya yang unik. Di lapangan, ia menunjukkan potensi yang nyata. Saat membela PSM U-18 di EPA Liga 1 2024/2025, ia tampil di 27 pertandingan dan bikin tujuh gol. Angka yang cukup bagus untuk seorang gelandang.
Naik ke level PSM U-20 di EPA Super League musim ini, produktivitasnya tetap terjaga: lima gol dari 14 laga. Performa konsisten inilah yang akhirnya meyakinkan tim pelatih untuk membawanya naik ke tim utama.
Menunggu di Jepara
Kini, semua mata tertuju ke Stadion Gelora Bumi Kartini. Sabtu, 24 Januari 2026 nanti, PSM akan bertandang ke kandang Persijap Jepara. Pertandingan itu jadi laga pembuka putaran kedua.
Pertanyaan besar menggantung: Akankah Tomas Trucha memberikan menit debut untuk pemuda dengan nama paling "wah" di ruang ganti PSM itu?
Jika kesempatan itu benar-benar datang, satu hal yang pasti. Kaka Amrullah Ronaldo Messi akan melangkah ke lapangan hijau, membawa lebih dari sekadar seragam Pasukan Ramang. Ia membawa seluruh harapan dan doa yang telah melekat sejak ia diberi nama.
Dan sepak bola, seperti biasa, sangat suka dengan cerita-cerita semacam ini.
Artikel Terkait
Kiandra Ramadhipa Menang Dramatis di Jerez, Naik ke Peringkat Kedua Klasemen Red Bull Rookies Cup
John Herdman Panggil 23 Pemain untuk TC Timnas Jelang Piala AFF 2026, Marselino Ferdinan Kembali
Derbi Jatim: Arema FC vs Persebaya Surabaya, Siaran Langsung Indosiar dan Link Live Streaming Vidio
PBSI Sulsel Resmi Berkantor di Graha Pena Makassar, Targetkan Pembinaan Atlet Lebih Profesional