Selebgram ternama di Medan, berinisial TM alias K, mendadak jadi sorotan. Bukan karena kontennya, melainkan karena ia diamankan polisi. Penangkapan itu terjadi Selasa dini hari tadi, tepatnya lewat tengah malam, di sebuah rumah di Jalan Jangka, Medan Petisah. Tak sendirian, dua asistennya turut dibawa.
Menurut sejumlah saksi, ketiganya diamankan dengan lancar. Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, mengonfirmasi hal ini dalam sebuah konferensi pers, Rabu siang.
"Satresnarkoba Polrestabes Medan kembali mengungkap beberapa kasus yang akan kita ekspose dalam minggu ini. Salah satunya adalah hari ini pengungkapan sosok public figure yang cukup famous, cukup booming di Medan, yang bersangkutan merupakan selebgram juga,"
ujar Rafli.
Lebih jauh dijelaskan, TM alias K ini ternyata punya peran ganda. Di dunia hiburan, ia dikenal sebagai seorang disc jockey atau DJ wanita. Kabarnya, kariernya di bidang itu sudah melanglang buana ke luar negeri dan telah berjalan lima tahun. Tak cuma itu, ia juga disebut-sebut sebagai brand ambassador sebuah produk ternama di kota itu.
"Berprofesi sebagai disk jockey wanita, melalui pengakuan (pelaku) sudah sampai luar negeri malang melintang, dan sudah 5 tahun berprofesi sebagai DJ. (Pelaku) juga salah satu brand ambassador terkenal di Kota Medan ini,"
tambahnya.
Lantas, apa yang menjeratnya? Ternyata, narkoba. Dari pengakuannya, TM sudah mengonsumsi barang haram itu selama setengah tahun terakhir. Alasannya? Untuk urusan pekerjaan.
Kanit 3 Satresnarkoba Polrestabes Medan, Iptu Berry Anggara, membeberkan motif pelaku. Katanya, TM mengaku menggunakan pod vape merek tertentu untuk dua hal: menambah kepercayaan diri dan menjaga stamina saat bekerja.
"Pada saat interogasi awal, bahwasnya TM alias K dia menggunakan pod vape merek lamborghini adalah untuk menambah kepercayaan diri sekaligus menjaga stamina DJ tersebut agar tetap semangat dan aktif,"
jelas Berry.
Jadi, di balik citra glamor dan energik yang ditampilkan, tersimpan alasan kelam yang justru menjerumuskannya. Kasus ini pun menjadi pengingat lagi betapa masalah narkoba bisa menyentuh siapa saja, tak peduli seberapa terkenalnya.
Artikel Terkait
Plt Sekjen MPR Kagumi Wawasan Kebangsaan Peserta LCC Empat Pilar di Riau
Mahfud MD Bantah Pernyataan Saiful Mujani Layak Diproses Hukum, Berseberangan dengan Menteri HAM
Polisi Selidiki Video Viral Pengeroyokan Pria Diduga Preman di Stasiun Bogor
Wali Kota Pekanbaru Raih Penghargaan Kemendagri Berkat Keberhasilan Tekan Kemiskinan dan Stunting