Reaksi publik pun beragam. Dari yang tersenyum geli, kagum, sampai yang mencibir. Namanya memang mudah menarik perhatian. Tapi Kaka sendiri terlihat cukup kalem menghadapinya.
Dia bilang, itu bukan tekanan. Justru pengingat untuk terus kerja keras. Menariknya, dari keempat bintang yang namanya disematkan padanya, idolanya cuma satu: Lionel Messi.
ujarnya dengan tenang.
Jejak di Akademi
Jangan salah. Kaka Amrullah bukan cuma sensasi karena namanya yang unik. Di lapangan, ia menunjukkan potensi yang nyata. Saat membela PSM U-18 di EPA Liga 1 2024/2025, ia tampil di 27 pertandingan dan bikin tujuh gol. Angka yang cukup bagus untuk seorang gelandang.
Naik ke level PSM U-20 di EPA Super League musim ini, produktivitasnya tetap terjaga: lima gol dari 14 laga. Performa konsisten inilah yang akhirnya meyakinkan tim pelatih untuk membawanya naik ke tim utama.
Menunggu di Jepara
Kini, semua mata tertuju ke Stadion Gelora Bumi Kartini. Sabtu, 24 Januari 2026 nanti, PSM akan bertandang ke kandang Persijap Jepara. Pertandingan itu jadi laga pembuka putaran kedua.
Pertanyaan besar menggantung: Akankah Tomas Trucha memberikan menit debut untuk pemuda dengan nama paling "wah" di ruang ganti PSM itu?
Jika kesempatan itu benar-benar datang, satu hal yang pasti. Kaka Amrullah Ronaldo Messi akan melangkah ke lapangan hijau, membawa lebih dari sekadar seragam Pasukan Ramang. Ia membawa seluruh harapan dan doa yang telah melekat sejak ia diberi nama.
Dan sepak bola, seperti biasa, sangat suka dengan cerita-cerita semacam ini.
Artikel Terkait
Hodak Waspada: Persebaya, Ancaman Tersembunyi di Balik Puncak Klasemen
Persija di Persimpangan: Jenner atau Pattynama untuk Slot Diaspora?
PSM Makassar Berburu Gervane Kastaneer, Striker Peserta Piala Dunia 2026
Vinicius dan Siulan Bernabéu: Kritik Pedas atau Pengakuan Terselubung?