Arab Saudi Amankan Ratusan Pejabat dalam Operasi Antikorupsi Nasional

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 20:20 WIB
Arab Saudi Amankan Ratusan Pejabat dalam Operasi Antikorupsi Nasional

Arab Saudi kembali mengguncang panggung dengan operasi antikorupsi berskala nasional. Kali ini, lebih dari seratus pejabat pemerintah diciduk. Mereka diduga kuat terlibat dalam praktik korupsi, penyuapan, dan penyalahgunaan jabatan.

Menurut laporan yang beredar, operasi besar-besaran ini digelar sepanjang Desember 2025. Otoritas yang bertanggung jawab, Nazaha, tak main-main. Mereka melakukan ribuan kegiatan inspeksi mendadak. Hasilnya? 116 pejabat dari berbagai kementerian dan lembaga publik langsung diamankan. Ratusan lainnya masih dalam sorotan penyelidikan.

“Prosedur hukum sedang diselesaikan sebagai persiapan untuk mendakwa pihak-pihak yang terlibat di pengadilan,”

demikian pernyataan resmi Nazaha, seperti dilaporkan media lokal Okaz.

Di sisi lain, angka yang dirilis cukup mencengangkan. Nazaha disebut telah memeriksa dan menginterogasi 466 orang dalam kurun waktu tersebut. Operasi ini menyasar pejabat dari berbagai lini, mulai dari Kementerian Dalam Negeri, Pendidikan, Kesehatan, hingga Urusan Perkotaan dan Perumahan. Tujuannya jelas: memberantas praktik kotor yang merugikan negara.

Gelombang penangkapan ini bukanlah yang pertama, tapi skalanya cukup besar. Menurut sejumlah pengamat, langkah tegas ini menunjukkan komitmen kerajaan yang tak setengah-setengah. Meski begitu, jalan masih panjang. Investigasi masih terus berlanjut, mengikuti setiap petunjuk dan laporan yang masuk.

Nuansa tegas terasa di seluruh penjuru kerajaan. Operasi ini digelar serentak, menunjukkan koordinasi yang ketat. Bagi para pejabat yang bersih, tentu tak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun bagi yang bermain api, bulan Desember lalu mungkin menjadi bulan yang paling mereka ingin lupakan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar