Dugaan Perselingkuhan Hilda Pricillya dengan Pratu Risal, Istri Serka TNI Tertangkap Saat Mandi
Kronologi perselingkuhan Hilda Pricillya, istri dari Sersan Kepala (Serka) Muh Farid Batjo (MFB) dengan Prajurit Satu (Pratu) Risal Hidayat, yang merupakan bawahan langsung suaminya di Batalyon Infanteri 725/Woroagi, Kendari, akhirnya terungkap. Kasus yang mengguncang institusi TNI ini mulai terbongkar pada 21 September 2025.
Insiden ini berawal ketika Serka MFB pulang dari tugas luar kota dan menemukan notifikasi pesan di ponsel istrinya yang sedang mandi. Rasa curiga mendorongnya untuk membuka pesan tersebut, dan ia pun terkejut menemukan percakapan mesra, foto pribadi, serta rencana pertemuan di hotel antara istrinya dan Pratu Risal.
Video 8 Menit dan Penyebaran di Media Sosial
Kasus ini semakin viral setelah sebuah video berdurasi 8 menit yang diduga berisi adegan Hilda Pricillya dan Pratu Risal beredar luas di berbagai platform media sosial. Video ini memicu beragam reaksi publik, terutama karena melibatkan lingkungan militer yang menjunjung tinggi nilai disiplin dan kehormatan.
Kedekatan Berawal dari Kegiatan Gabungan
Berdasarkan penelusuran, kedekatan Hilda dan Pratu Risal bermula dari sebuah kegiatan gabungan antara anggota TNI dan Persit Kartika Chandra Kirana di Kendari. Interaksi di acara tersebut berlanjut dengan pertukaran kontak media sosial. Obrolan yang awalnya di grup perlahan beralih ke percakapan pribadi via WhatsApp, hingga akhirnya berlanjut ke pertemuan rahasia.
Hilda kerap meminta izin kepada suaminya dengan dalih menghadiri kegiatan Persit atau belanja kebutuhan rumah. Namun, waktu tersebut justru digunakannya untuk bertemu Pratu Risal di lokasi yang telah disepakati, termasuk sebuah hotel di kawasan Baruga, Kendari.
Pertemuan di Hotel dan Penggunaan Kendaraan Dinas
Penyelidikan mengungkap hubungan terlarung ini telah berlangsung sejak Juli hingga September 2025. "Hubungan layaknya suami istri diduga terjadi lebih dari satu kali dan hampir setiap akhir pekan," ungkap sumber internal TNI. Lebih lanjut, Pratu Risal diduga kerap memanfaatkan waktu libur dinas untuk pertemuan tersebut dan beberapa kali menggunakan kendaraan dinas tanpa izin.
Tindak Lanjut Penyelidikan Denpom Kendari
Menanggapi laporan ini, Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/3 Kendari segera melakukan penyelidikan mendalam. Mereka telah memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan batalyon, melacak rekaman CCTV di sekitar lokasi pertemuan, dan menyita perangkat elektronik milik keduanya untuk pemeriksaan forensik digital. Tujuannya adalah memastikan keabsahan bukti dan mengungkap seluruh rangkaian pelanggaran yang diduga dilakukan.
Artikel Terkait
Kejagung Pastikan 21.801 Motor Listrik BGN Tetap Digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis Meski Disidik Korupsi
Ana/Trias Bangkit dari Keterpurukan, Lolos ke Final Australian Open 2026
STIEM Bongaya Makassar Juarai NCFS 2026 Usai Taklukkan STIE Indonesia Jakarta 3-2
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Penyelundupan Sembilan Warga Uzbekistan ke Australia