Di tengah acara peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto berbicara blak-blakan soal harapan dan realitas. Ia meyakinkan bahwa dirinya dan para menteri tak henti bekerja. Tapi, ia pun mengakui dengan jujur: hasilnya tak mungkin dirasakan masyarakat dalam sekejap.
“Saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Saya juga tidak punya tongkat Nabi Sulaiman,” ujarnya, disambut riuh tepuk tangan.
Pernyataan itu ia sampaikan untuk menekankan bahwa perubahan besar butuh proses. Tak ada solusi instan, begitu kira-kira pesannya.
Namun begitu, Prabowo tampak optimis. Ia percaya, langkah-langkah kecil yang konsisten akan membawa pada tujuan. “Insya Allah setapak demi setapak kita bekerja dengan cepat,” tambahnya, menegaskan komitmen itu.
Di sisi lain, ia tak lupa mengapresiasi kinerja timnya. Suaranya terdengar penuh keyakinan saat menyebut hal ini.
“Terima kasih tim saya semuanya. Di depan rakyat saya mengatakan, saya bangga dengan prestasi tim saya,” kata Prabowo.
Ia berjanji, dalam minggu, bulan, dan tahun mendatang, bukti nyata dari kerja keras itu akan terus dihadirkan untuk rakyat Indonesia. Janji itu ia ulang, seolah untuk meyakinkan bahwa semua upaya sedang berjalan, meski hasilnya perlu sedikit kesabaran untuk dinikmati.
Artikel Terkait
Meksiko Hajar Afrika Selatan 2-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Diwarnai Tiga Kartu Merah
Raffi Ahmad Bantah Terlibat Kasus Suap Impor Ilegal, Hotman Paris Siapkan Langkah Hukum
Rehan/Gloria Tembus Perempat Final Australian Open 2026 Usai Kalahkan Wakil Chinese Taipei
PTDI Sulap Dua Boeing 737-200 Terbengkalai Selama 20 Tahun Jadi Sarana Edukasi Kedirgantaraan