Di tengah acara peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto berbicara blak-blakan soal harapan dan realitas. Ia meyakinkan bahwa dirinya dan para menteri tak henti bekerja. Tapi, ia pun mengakui dengan jujur: hasilnya tak mungkin dirasakan masyarakat dalam sekejap.
“Saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Saya juga tidak punya tongkat Nabi Sulaiman,” ujarnya, disambut riuh tepuk tangan.
Pernyataan itu ia sampaikan untuk menekankan bahwa perubahan besar butuh proses. Tak ada solusi instan, begitu kira-kira pesannya.
Namun begitu, Prabowo tampak optimis. Ia percaya, langkah-langkah kecil yang konsisten akan membawa pada tujuan. “Insya Allah setapak demi setapak kita bekerja dengan cepat,” tambahnya, menegaskan komitmen itu.
Artikel Terkait
PMI Serahkan 2.000 Ton Bantuan Logistik untuk Ringankan Beban Warga Aceh di Bulan Puasa
Jebakan di Balik Layar: Menguak Ancaman Child Grooming di Era Digital
Menkes Tegaskan Kematian Pasien Super Flu di Bandung Bukan karena Virus
Mendagri Tito Pimpin Rapat Darurat, Pacu Pemulihan Pascabencana di Sumut