China Southern Airlines Buka Rute Langsung Xinjiang-Frankfurt, Perjalanan ke Eropa Tengah Dipangkas Lebih 10 Jam

- Selasa, 02 Juni 2026 | 09:45 WIB
China Southern Airlines Buka Rute Langsung Xinjiang-Frankfurt, Perjalanan ke Eropa Tengah Dipangkas Lebih 10 Jam

Maskapai China Southern Airlines resmi mengoperasikan rute penerbangan baru yang menghubungkan Guangzhou, Urumqi, dan Frankfurt mulai Senin (1/6) lalu. Layanan ini menjadi rute penumpang internasional langsung pertama dari Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, menuju Jerman. Dengan hadirnya rute tersebut, Urumqi yang merupakan ibu kota daerah itu kini berfungsi sebagai salah satu titik persinggahan dalam layanan penerbangan antarbenua yang dijadwalkan dua kali sepekan menuju Frankfurt.

Durasi penerbangan dari Urumqi ke Frankfurt memakan waktu sekitar delapan jam. Maskapai menyebutkan bahwa bagi penumpang asal Xinjiang yang hendak bepergian ke Eropa Tengah, layanan ini mampu memangkas total waktu perjalanan hingga lebih dari sepuluh jam. Sebelumnya, para pelancong kerap harus transit melalui kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, atau Guangzhou untuk mencapai tujuan serupa.

Rute tersebut dioperasikan setiap Senin dan Jumat menggunakan pesawat berbadan lebar Boeing 787-9. Menurut China Southern Airlines, perjalanan pulang-pergi pada rute ini menyediakan hampir 600 kursi per pekan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antara kawasan barat China dengan Eropa.

Seorang pejabat China Southern Airlines cabang Xinjiang menyatakan bahwa rute ini akan membantu memperluas perdagangan, pariwisata, dan pertukaran antarmasyarakat antara China dan Eropa. Hal itu dinilai semakin relevan mengingat China telah memperkenalkan kebijakan bebas visa unilateral bagi warga negara Jerman.

Sementara itu, Xinjiang Airport Group menambahkan bahwa daerah tersebut terus memperluas perannya sebagai gerbang keterbukaan China ke arah barat. Saat ini, Xinjiang memiliki 28 rute penumpang internasional reguler dan 31 rute kargo internasional yang menghubungkannya dengan Asia Tengah, Asia Barat, dan Eropa.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar