Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Akhirnya Dibongkar Pekan Depan

- Rabu, 07 Januari 2026 | 12:45 WIB
Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Akhirnya Dibongkar Pekan Depan

Rencana itu akhirnya keluar juga. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membongkar tiang-tiang monorel yang sudah lama mangkrak di Jalan HR Rasuna Said. Pekerjaan berat itu rencananya dimulai Rabu pekan depan.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Bina Marga DKI, Heru Suwondo. Ia mengaku mendapat instruksi dari Gubernur dalam rapat pimpinan.

"Pak Gubernur menyampaikan, kemarin pada saat rapim, minta minggu depan dibongkar. Insyaallah hari Rabu kalau tidak berubah," ujar Heru di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Soal kesiapan, Heru tampaknya tak mau bertele-tele. Semua persiapan diklaim sudah beres. Fokus penataan nanti ada di Rasuna Said sisi timur, area yang selama ini terhambat oleh kehadiran struktur besi itu.

"Kalau kami sih sudah siap saja. Karena permintaan Pak Gub hari Rabu, ya kita jalankan hari Rabu," tegasnya.

Memang, tak cuma satu atau dua. Ada 98 tiang yang harus diturunkan dari tempatnya, tentu saja dilakukan bertahap. Yang penting, Heru berjanji proses ini tak akan menutup jalan sepenuhnya. Hanya jalur lambat yang akan dipakai untuk operasi, sementara arus cepat diharapkan tetap lancar.

"Kita tidak menutup jalan. Jalur cepat tetap dibuka penuh. Memang agak terganggu sedikit di jalur lambat," jelasnya.

Untuk meminimalisir kekacauan, pembongkaran akan digelar malam hari. Tahap awal, tenaga dari internal Bina Marga yang akan turun tangan. "Awal kita pakai satgas kita. Bina Marga harus siap," ucap Heru.

Nah, setelah tiang-tiang raksasa itu raib, Pemprov tak akan berhenti di situ. Mereka langsung akan menata ulang jalan dan trotoar di sisi timur Rasuna Said agar tampak sama rapi dengan sisi barat. Konsep pemisah jalur cepat dan lambat pun akan dihapus.

"Jadi jalannya nanti nyatu. Sama seperti Rasuna Said sisi barat, ada satu jalur busway dan tiga jalur reguler," paparnya.

Proyek penataan sepanjang 3,5 kilometer ini tentu butuh dana tak sedikit. Anggaran sekitar Rp 100 miliar dari APBD 2026 sudah disiapkan. Lalu, bagaimana nasib besi-besi bekas tiang monorel itu?

Heru menegaskan, itu tetap aset PT Adhi Karya. "Tiangnya aset Adhi Karya, tanahnya aset Pemprov. Kalau sudah dibongkar, besi-besinya kita kembalikan ke Adhi Karya. Detailnya nanti akan kita rapatkan," pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar