Musisi dan penulis Fiersa Besari tiba-tiba jadi sorotan. Apa pasal? Ia baru saja membagikan bukti setoran pajak pribadinya untuk tahun 2026. Angkanya cukup mencengangkan: Rp129,1 juta lebih. Unggahan di Instagram Story itu langsung memantik perbincangan hangat.
Bagi Fiersa, ini bukan soal pamer. Ia ingin mengingatkan sesuatu yang sering dilupakan: begitu kamu punya penghasilan, statusmu adalah wajib pajak. Titik.
Bukan Perkara Suka atau Tidak
Lewat unggahannya, pria yang dikenal lewat lagu "Waktu yang Salah" itu menegaskan bahwa membayar pajak sudah bukan urusan hati. Ini murni kewajiban hukum. Ia bahkan menyebut sederet konsekuensi mengerikan jika kita lalai: denda yang membengkak, aset yang bisa disita, bahkan ancaman pidana.
"Masalahnya sudah bukan soal mau atau tidak mau, atau ikhlas atau tidak ikhlas lagi," tulisnya di Instagram Story, Senin (2/3/2026).
"Kamu tahu status kita ketika sudah berpenghasilan, kita disebut wajib pajak. Jadi suka tidak suka, kita harus bayar."
Menjawab Isu Korupsi
Tak sedikit warganet yang berkomentar sinis. Mereka mempertanyakan kemana uang pajak itu pergi, dan kerap mengaitkannya dengan praktik korupsi yang masih terjadi. Fiersa pun angkat bicara.
Menurutnya, penyalahgunaan anggaran negara adalah kesalahan dan dosa oknum pemerintah. Tapi, itu sama sekali bukan alasan untuk kita mengelak dari kewajiban.
"Lalu ada juga yang bilang, 'Nanti hasil pajaknya juga dipakai korupsi dan lain sebagainya'," tambahnya.
"Menurut saya, korupsi atau pemakaian pajak yang tidak semestinya itu merupakan kelalaian, kesalahan, dan dosa pemerintah."
Kecewa? Tetap Bayar
Di platform X, Fiersa melanjutkan suaranya. Ia mengaku tetap membayar pajak meski kerap dikecewakan oleh berbagai kebijakan pemerintah. "Rajin bayar pajak walaupun kerap dikecewakan," cuitnya, disertai tangkapan layar bukti pembayaran yang sama.
Ungkapan itu sekaligus seperti sindiran halus bagi mereka yang berpenghasilan besar tapi bersikap acuh. Ia mempertanyakan, bagaimana mungkin seseorang menikmati fasilitas negara, namun enggan memberi kontribusi finansial yang seharusnya.
Ajakan untuk Lebih Sadar
Inti dari semua unggahannya sebenarnya sederhana: ajakan untuk lebih sadar. Fiersa mendorong masyarakat memandang pajak sebagai bagian dari tanggung jawab bersama membangun negeri ini, terlepas dari segala kekurangannya.
"Ayo kawan-kawan segera lapor SPT Tahunan. Lebih awal lebih nyaman, awas jangan ditunda-tunda," pesannya.
Respon publik pun beragam. Ada yang mendukung penuh, tak sedikit pula yang mengkritik. Namun, di tengah pro-kontra itu, Fiersa tampak bersikukuh. Baginya, membayar pajak adalah bentuk partisipasi nyata sekaligus kewajiban yang tak bisa ditawar.
Artikel Terkait
Chelsea Tumbang di Kandang Meski Dominan, Manchester United Curi Poin Penuh
PDIP Nilai Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Trump Tak Lagi Relevan
Lazio Tundukkan Napoli 2-0 di Stadion Maradona
Hoffenheim Hancurkan Harapan Dortmund dengan Kemenangan Dramatis di Menit Akhir