Rencana akuisisi besar-besaran sedang digodok oleh PT Harta Djaya Karya Tbk, atau MEJA. Perusahaan ini mengincar PT Trimata Coal Perkasa (TCP), sebuah tambang batu bara berkualitas tinggi yang berlokasi di Banyuasin, Sumatera Selatan. Nilai transaksinya? Tidak main-main, mencapai USD 100 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun untuk 45% saham TCP.
Namun begitu, MEJA bukan satu-satunya peminat. Ada pihak lain yang juga berminat menguasai sisa 55% saham. Jika deal ini berjalan mulus, pihak lain tersebut nantinya akan berperan sebagai kontraktor pertambangan di lapangan.
Prosesnya sudah berjalan. Saat ini, MEJA tengah menjalani tahap uji tuntas atau due diligence terhadap TCP. Masa tenggatnya 60 hari, terhitung sejak penandatanganan perjanjian awal pada 22 Desember 2025. Artinya, semua detail akan dikupas tuntas sebelum keputusan final diambil.
Direktur Utama MEJA, Ritchie Adrian Hartanto, secara khusus menegaskan satu hal penting.
"PT Trimata Coal Perkasa tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan maupun pengendali perseroan,"
Artikel Terkait
Wall Street Naik, Minyak Venezuela Jadi Magnet Baru Investor
Wall Street Melonjak Usai Penangkapan Maduro, Trump Buka Keran Minyak Venezuela
Dari Warung ke Kelas: Kisah Ibu Selly yang Menjaga Sekolah Gratis di Pulau Saparua
Geliat Saham Nikel: Sentimen Positif Berkat Rencana Pemangkasan Pasokan