Memang, lokasinya sendiri sudah rawan. Rumah-rumah itu berdiri di tebingan yang curam. Ditambah beban bangunan dan tiang penyangga yang berat, tanah pun kolaps saat digempur hujan lebat tadi. Kondisinya masih sangat riskan.
Akibat musibah ini, sebelas orang dari tiga keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Mereka diungsikan untuk sementara waktu, menunggu kondisi benar-benar stabil.
Bencana di Puncak bukan satu-satunya. Di tempat lain, tepatnya di Tajurhalang, Bogor, hujan dan angin kencang juga membuat sebuah pohon besar tumbang. Pohon itu menimpa bangunan Pondok Pesantren Asahabah Alkiram Al Islami.
Adam Hamdani juga menanggapi kejadian ini. "Ya, lagi-lagi karena hujan deras dan angin kencang. Pohon tumbang dan menimpa bangunan pesantren," katanya.
"Untungnya, pohon itu tidak menghalangi jalan. Tapi evakuasi baru bisa dilakukan besok pagi. Kondisi sekarang tidak memungkinkan," imbuhnya.
Dua peristiwa dalam satu hari itu menyisakan pekerjaan rumah. Bukan hanya untuk mengevakuasi, tapi juga mengingatkan betapa rawan kawasan ini saat musim hujan tiba.
Artikel Terkait
AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Lepas Pantai Sri Lanka, 87 Pelaut Tewas
29 Pekerja Migran Indonesia Bersiap Berangkat ke Jerman Lewat Program Triple Win
Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
Lansia di Cianjur Tewas Dipukuli Tetangga Gara-gara Dua Labu Siam