Cap Go Meh Bogor: Pawai Ke-24 Jadi Simbol Toleransi dan Penggerak Ekonomi

- Rabu, 04 Maret 2026 | 02:45 WIB
Cap Go Meh Bogor: Pawai Ke-24 Jadi Simbol Toleransi dan Penggerak Ekonomi

Kerumunan warga sudah memadati Jalan Surya Kencana, Bogor, sejak sore. Mereka tak ingin ketinggalan momen puncak perayaan Cap Go Meh. Suara genderang dan gemerincing liong terdengar riuh, menandai dimulainya festival budaya yang dinanti-nanti itu. Arak-arakan barongsai pun segera menyusul, menyapu jalanan dengan warna dan gerakan dinamis.

Di tengah kemeriahan itu, Wali Kota Bogor Dedie Rachim berdiri. Dengan bangga ia menyebut, ini sudah kali ke-24 pawai budaya Cap Go Meh digelar di kota ini. Bagi Dedie, acara tahunan ini bukan sekadar pertunjukan. Ia melihatnya sebagai bukti nyata komitmen warga Bogor menjaga toleransi dalam keberagaman.

Tak cuma soal kebersamaan, Dedie juga menyinggung dampak ekonominya. Setidaknya 120 pelaku UMKM disebut merasakan langsung dampak positif dari gelaran ini. "Jadi ini sebuah event yang sangat baik," ujarnya, "bukan hanya dari sisi budaya dan tradisi, tapi juga dari sisi ekonomi."

Perayaan kali ini memang istimewa. Hadir sejumlah tokoh nasional seperti Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Meski sempat diguyur hujan, antusiasme warga tak surut. Mereka tetap bertahan, memenuhi trotoar sepanjang jalan, untuk menyaksikan setiap detil pawai.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar