29 Pekerja Migran Indonesia Bersiap Berangkat ke Jerman Lewat Program Triple Win

- Kamis, 05 Maret 2026 | 00:15 WIB
29 Pekerja Migran Indonesia Bersiap Berangkat ke Jerman Lewat Program Triple Win

Jakarta – Sebanyak 29 pekerja migran Indonesia bersiap menginjakkan kaki di Jerman. Mereka adalah bagian dari program Triple Win skema pemerintah ke pemerintah (G to G). Rencananya, keberangkatan kloter terbesar sejauh ini ini akan dilepas langsung oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, besok, Kamis 5 Maret 2026.

Momen ini cukup spesial. Kenapa? Tidak semua orang yang mendaftar program ini akhirnya bisa lolos sampai tahap penempatan. Proses seleksinya ketat. Jadi, bisa terbang dalam kloter sebesar ini adalah sebuah pencapaian.

Christina Aryani, melalui siaran pers yang diterima media Rabu (4/3), berpesan agar para pekerja migran memandang ini sebagai awal perjalanan panjang.

"Keberangkatan ini bukan akhir perjuangan, tapi awal dari perjalanan besar untuk masa depan yang lebih baik," katanya.

Ia mendorong mereka tak sekadar mencari pekerjaan. "Berangkatlah bukan hanya untuk bekerja, tetapi untuk belajar, menambah pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan membangun jejaring profesional," tambah Christina.

Nantinya, mereka akan tersebar di beberapa fasilitas kesehatan Jerman. Rinciannya, 13 orang ditempatkan di Klinikum Wolfsburg. Lalu, enam orang akan bekerja di Seniorentzentrum Sonnhalden Neuenburg, sembilan orang di Haus Maihalden Pforzheim, dan satu orang di Seniorenwohnen Neu-Ulm Ludwigsfeld.

Menariknya, ke-29 orang ini berasal dari latar belakang kampus dan daerah yang beragam. Mereka mewakili sejumlah universitas dan politeknik kesehatan, tersebar dari 11 provinsi di Tanah Air.

Christina juga menyoroti peran penting lembaga pendidikan.

"Kami mengapresiasi peran lembaga pendidikan yang telah memperkuat kurikulum dengan pembelajaran bahasa Jerman," jelasnya. Menurutnya, langkah itu mempercepat proses penempatan dan memangkas risiko gagal berangkat.

Program Triple Win sendiri berjalan berkat kerja sama Indonesia dan Jerman, dengan melibatkan GIZ Indonesia dan Goethe-Institut. Saat ini, Kementerian P2MI juga sedang menggodok pendekatan Extended Global Skill Partnership. Intinya, harmonisasi kurikulum dan penguatan bahasa Jerman akan dimulai sejak masa pendidikan.

Empat Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan akan jadi pilot project: Jakarta III, Bandung, Semarang, dan Medan.

"Harapan kita, draft nota kesepahaman dapat disepakati dalam waktu dekat," ungkap Wamen Christina.

Sebelum berpisah, Christina berpesan agar para pekerja migran menjaga profesionalisme dan nama baik Indonesia. Mengelola keuangan dengan bijak di negeri orang juga jadi poin penting.

"Indonesia bangga. Jadilah perawat profesional yang tidak hanya bekerja, tapi juga membangun masa depan," ucapnya menutup pernyataan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar