Banjir Grogol Sukoharjo Liburkan Sekolah, Bantuan Makanan Dialihkan ke Korban

- Rabu, 15 April 2026 | 21:45 WIB
Banjir Grogol Sukoharjo Liburkan Sekolah, Bantuan Makanan Dialihkan ke Korban

Rabu pagi di Grogol, Sukoharjo, suasana sekolah-sekolah terasa lengang. Bukan libur biasa, melainkan karena genangan air yang memaksa aktivitas belajar mengajar dihentikan. Banjir yang melanda sejak dini hari membuat sejumlah sekolah terpaksa diliburkan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Namun begitu, di balik keputusan itu muncul langkah cepat dari pemerintah setempat. Ribuan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sedianya untuk siswa, dialihkan peruntukannya. Sasaran utamanya kini adalah warga yang rumahnya terendam banjir.

Camat Grogol, Herdis Kurnia Wijaya, menjelaskan langkah darurat yang mereka ambil.

"Tadi kita dropping sementara untuk sarapan. Strateginya dengan mengalihkan MBG yang ada. Kurang lebih hampir 5.000 paket," ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Paket-paket makanan itu dibagikan dalam kemasan ompreng yang sudah dibungkus rapi. Menurut Herdis, pengalihan ini adalah solusi logis mengingat banyak sekolah, seperti SMP 2 Grogol di Sanggrahan dan beberapa SD, terpaksa tutup. Imbauan libur sudah keluar sejak dini hari karena kondisi dianggap cukup berbahaya bagi siswa.

Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih terlihat di sejumlah titik. Wilayah utara dan barat kecamatan menjadi yang paling parah. Desa-desa seperti Manang, Banaran, Sanggrahan, hingga Cemani masih tergenang. Situasinya belum sepenuhnya normal.

Dampaknya bagi warga pun beragam. Sebagian masih bertahan di posko pengungsian, menunggu air benar-benar surut. Sebagian lain sudah memilih pulang, berjuang membersihkan rumah dari lumpur dan kerusakan.

Herdis menambahkan harapannya.

"Kita berharap Sungai Bengawan Solo segera turun elevasinya. Genangan ini kan berasal dari luapan anak-anak sungainya," imbuhnya.

Jadi, sementara kelas-kelas kosong, bantuan makanan justru mengalir ke tempat yang paling membutuhkan. Upaya kecil di tengah musibah yang datang tiba-tiba.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar