Ketegangan di Timur Tengah yang memuncak, terutama antara Iran dengan Israel dan AS, akhirnya memaksa pemerintah Indonesia mengambil langkah tak biasa. Menyusul penutupan Selat Hormuz, impor minyak mentah dan BBM yang biasanya kita ambil dari kawasan itu, kini dialihkan ke Amerika Serikat. Langkah ini diambil untuk mengamankan pasokan energi dalam negeri di tengah situasi geopolitik yang benar-benar tak menentu.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan hal itu dalam sebuah konferensi pers di kantornya, Selasa lalu. Menurutnya, ini murni langkah antisipasi.
jelas Bahlil.
Ia menegaskan, pengalihan ini didasari skenario terburuk. Pemerintah enggan berasumsi konflik akan cepat reda. Meski ada yang bilang cuma butuh hitungan hari atau minggu, realitanya situasi sulit ditebak. Bisa cepat selesai, bisa juga berlarut-larut.
tambahnya tegas.
Artikel Terkait
Direktur Utama Dharma Polimetal Mundur Setelah 36 Tahun Bekerja
ADRO Siapkan Rp4 Triliun dari Kas Internal untuk Buyback Saham
Wall Street Dibayangi Inflasi dan Gejolak Minyak, Pasar Terbelah
ELPI Bagikan Dividen Rp126 Miliar untuk Tahun Buku 2025