Ketegangan di Timur Tengah yang memuncak, terutama antara Iran dengan Israel dan AS, akhirnya memaksa pemerintah Indonesia mengambil langkah tak biasa. Menyusul penutupan Selat Hormuz, impor minyak mentah dan BBM yang biasanya kita ambil dari kawasan itu, kini dialihkan ke Amerika Serikat. Langkah ini diambil untuk mengamankan pasokan energi dalam negeri di tengah situasi geopolitik yang benar-benar tak menentu.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan hal itu dalam sebuah konferensi pers di kantornya, Selasa lalu. Menurutnya, ini murni langkah antisipasi.
jelas Bahlil.
Ia menegaskan, pengalihan ini didasari skenario terburuk. Pemerintah enggan berasumsi konflik akan cepat reda. Meski ada yang bilang cuma butuh hitungan hari atau minggu, realitanya situasi sulit ditebak. Bisa cepat selesai, bisa juga berlarut-larut.
tambahnya tegas.
Artikel Terkait
Aturan BEI Ungkap Kepemilikan Saham Andry Hakim di RMKO dan SOTS
Unicharm Indonesia Catat Kerugian Rp1 Triliun di 2025, Terburuk Sepanjang Sejarah
Pemerintah Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke AS Imbas Penutupan Selat Hormuz
BEI dan KSEI Mulai Publikasi Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen