Perdagangan saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk akhirnya dibuka kembali. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut status suspensi untuk saham dengan kode UDNG itu, mulai Jumat (17/4/2026) di sesi pertama.
Namun begitu, kembalinya saham ini ke pasar tidak serta merta normal. BEI menempatkan UDNG di papan pemantauan khusus. Mekanisme perdagangannya pun pakai skema full-call auction atau FCA, baik di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
Pengumuman resminya sendiri sudah keluar sehari sebelumnya, tepatnya Kamis (16/4).
"Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham UDNG dibuka kembali mulai sesi I tanggal 17 April 2026,"
Begitu bunyi surat dari Bursa.
Saham ini sebenarnya sudah dikunci lebih dari seminggu, persisnya sejak tanggal 7 April lalu. Pemicunya? Tren penurunan harganya yang terbilang tajam dan mengkhawatirkan. Coba lihat saja data di hari sebelum suspensi, Senin (6/4). Saham UDNG terjun bebas 9,64% ke level Rp750 per lembar. Yang lebih parah, dalam rentang sebulan, pelemahannya sudah mencapai 80,82% angka yang fantastis, tapi dalam artian yang buruk.
Kondisi fundamental perusahaan juga tak begitu menggembirakan. Sepanjang tahun 2025, UDNG mencatatkan pendapatan Rp21,6 miliar. Sayangnya, di bawah garis itu, mereka justru menanggung rugi bersih Rp3,4 miliar. Aset lancarnya pun menyusut drastis, dari Rp11,21 miliar di 2024 menjadi hanya Rp8,39 miliar setahun setelahnya.
Jadi, meski perdagangan sudah aktif lagi, perjalanan UDNG di pasar modal masih panjang dan penuh tantangan. Investor pasti akan lebih hati-hati mengamati setiap pergerakannya.
Artikel Terkait
IHSG Ditutup Menguat 1,49 Persen ke Level 6.218,86 pada Sesi Pertama Perdagangan
45 Emiten Jadwalkan Pembagian Dividen pada Juni 2026, INTP Tertinggi Rp468 per Saham
CTBN Bagikan Dividen Rp372,17 Miliar untuk Tahun Buku 2025
Rupiah Terperosok ke Rp17.885 per Dolar AS, Dipicu Ketegangan Global dan Impor Minyak Tinggi