Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berencana mengintegrasikan layanan administrasi kependudukan dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sehingga akta kelahiran dapat diterbitkan secara otomatis dan dikirim secara daring sesaat setelah bayi lahir di fasilitas kesehatan. Langkah ini diharapkan memangkas birokrasi yang selama ini mengharuskan orang tua mengurus dokumen secara manual.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyatakan integrasi tersebut akan diluncurkan pada Jumat mendatang. Menurutnya, sistem yang terhubung akan memungkinkan setiap bayi yang lahir di rumah sakit maupun puskesmas di bawah Kemenkes langsung tercatat dalam sistem kependudukan.
"Kalau sekarang, yang melahirkan di rumah sakit, ya, misalnya, Puskesmas, nah, mereka nanti orang tuanya datang ke kantor Dukcapil untuk ngurus, ngurus lagi, repot lagi. Sekarang kami mau integrasikan dengan Kemenkes, nanti launching hari Jumat," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Nasional Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I Tahun 2026 di Jakarta, Senin (3/8).
Dengan sistem ini, begitu bayi lahir, Dukcapil akan menerima informasi dari fasilitas kesehatan dan langsung menerbitkan akta kelahiran secara daring. Dokumen tersebut kemudian dapat dikirim melalui surat elektronik ke alamat email yang didaftarkan orang tua saat proses persalinan.
"Begitu dia lahir, maka nanti Dukcapil dari Kemenkes menyampaikan informasi kepada Dukcapil, Dukcapil nanti akan mengeluarkan langsung surat akta kelahirannya online," jelasnya.
Tito mencontohkan, akta kelahiran bisa dikirim langsung ke email orang tua atau alamat lain yang diberikan. Ia mengakui tidak semua orang memiliki email, sehingga fleksibilitas pengiriman menjadi penting.
"Bisa di-email ke orang tuanya, atau di-email ke siapa, nomor email yang diberikan oleh orang tuanya, karena enggak semuanya punya email, gitu," ujarnya.
Kebijakan ini dinilai sebagai lompatan dalam pelayanan publik. Masyarakat tidak lagi harus datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk mengurus akta kelahiran setelah proses persalinan.
"Itulah lompatan. Dan ini akan memberikan apa nama tuh, layanan yang baik, praktik baik kepada masyarakat. Itu yang ditunggu-tunggu masyarakat seperti itu," kata dia.
Tito menambahkan, integrasi ini merupakan bagian dari transformasi digital pemerintahan yang memanfaatkan basis data kependudukan Dukcapil secara real time. Data kelahiran dari fasilitas kesehatan akan langsung tersinkronisasi dengan sistem administrasi kependudukan, sehingga penerbitan dokumen menjadi lebih cepat dan efisien.
Artikel Terkait
Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat di Biak Numfor, Dukung Program Prioritas Presiden
Mendagri Resmikan Pembangunan Sekolah Rakyat di Biak Numfor
Mendagri Dorong Integrasi Data Biometrik Percepat Penyaluran Bansos Tepat Sasaran
Mendagri Dorong Integrasi Data Biometrik untuk Perketat Penyaluran Bansos