Mendagri Perintahkan Dukcapil Terbitkan Ulang Dokumen Warga Terdampak Gempa NTT

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:24 WIB
Mendagri Perintahkan Dukcapil Terbitkan Ulang Dokumen Warga Terdampak Gempa NTT

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan menerjunkan tim Dukcapil untuk membantu warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kehilangan atau rusak dokumen kependudukannya akibat gempa. Langkah ini diambil untuk mempercepat penerbitan KTP-el, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga (KK) bagi para penyintas.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Dukcapil daerah. "Saya akan segera perintahkan kepada Dirjen Dukcapil yang menangani urusan data kependudukan ini untuk koordinasi dengan Dukcapil kabupaten dan provinsi," ujarnya usai mengunjungi posko pengungsian Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Selasa (18/8/2026).

Tito menegaskan, tim Dukcapil akan turun langsung ke lokasi untuk memberikan pelayanan secara langsung. Menurutnya, pencetakan ulang dokumen bukanlah perkara sulit karena seluruh data penduduk telah tersimpan di server Dukcapil pusat dan terdigitalisasi. Ditjen Dukcapil juga telah menerapkan teknologi face recognition sehingga prosesnya semakin mudah.

"[Pencetakan ulang] itu sangat mudah sekali dilakukan. Kenapa? Karena semua data yang ada, 290 juta [penduduk] Indonesia, hampir 98 persen datanya ada di server Kementerian Dalam Negeri, Dukcapil Kemendagri," terangnya.

Selain dokumen kependudukan, Tito akan berkoordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk pencetakan ulang surat tanah dan berkas penting lainnya. Ia juga akan berkomunikasi dengan kepolisian untuk menerbitkan ulang Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi korban gempa.

"Informasinya akan saya sampaikan kepada Menteri ATR/BPN dan juga kepada Kepolisian. Karena apa, waktu seperti di Aceh, di Sumatera Utara, [Sumatera] Barat, kita semua tiga ini turun. Ini dokumen-dokumen penting," jelasnya.

Tito memastikan pencetakan ulang dokumen-dokumen tersebut dilakukan secara gratis sebagai bentuk kehadiran negara bagi penyintas gempa. "Orang lagi susah jangan dibikin susah lagi, kita bantu. Dan juga dari saya akan sampaikan juga kepada Bapak Kapolri," tutupnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags