BMKG: Butuh Puluhan Tahun untuk Gempa Besar Terulang di NTT

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:15 WIB
BMKG: Butuh Puluhan Tahun untuk Gempa Besar Terulang di NTT

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak perlu cemas terhadap potensi gempa berkekuatan lebih besar dari gempa magnitudo 7,7 yang baru saja mengguncang wilayah tersebut. Secara ilmiah, kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, sebuah sesar aktif membutuhkan waktu yang sangat lama untuk kembali memicu gempa besar.

"Nah, ini perlu dipastikan bahwa diperlukan waktu hingga puluhan tahun, ya, agar sesar naik di busur belakang dari Flores ini dapat mengumpulkan energi dan menghasilkan gempa sebesar yang ada sekarang ini atau bisa lebih besar atau lebih kecil. Jadi diperlukan waktu panjang," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Meski demikian, BMKG terus melakukan pemantauan nonstop selama 24 jam untuk mengawasi aktivitas gempa susulan. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya pada kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Masyarakat tidak perlu khawatir tentang itu. Mohon tetap tenang bahwa kita terus memantau kondisinya. Insyaallah dalam 3 sampai 4 minggu ke depan itu peluruhan akan terjadi," ujarnya.

Hingga pukul 17.00 WIB, Rabu (19/8/2026), BMKG mencatat telah terjadi 3.055 gempa susulan di NTT setelah gempa utama berkekuatan M7,7. Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar tercatat memiliki kekuatan M6,2, sedangkan yang terkecil M1,1.

"Yang dirasakan oleh manusia itu 88 gempa," jelas Faisal.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags