Relawan Alumni IPB Salurkan Bantuan Tahap Pertama untuk Korban Gempa di Flores

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:25 WIB
Relawan Alumni IPB Salurkan Bantuan Tahap Pertama untuk Korban Gempa di Flores

Tim relawan dari Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) berhasil menembus Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menyalurkan bantuan bagi 200 kepala keluarga yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8). Bantuan tahap pertama ini menjadi respons cepat organisasi tersebut pascagempa yang menewaskan sedikitnya 53 orang.

Dengan dukungan IPB University dan mitra lokal Yayasan Kabua Dana Rasa serta Yayasan Pahami Quran, enam relawan ARM HA-IPB menempuh perjalanan darat dari Lombok, NTB, menuju Labuan Bajo, kemudian melanjutkan ke Ruteng di Pulau Flores. Di Ruteng, mereka menyiapkan logistik sebelum mendistribusikannya ke Desa Salama. Mengingat situasi yang belum sepenuhnya kondusif, penyaluran bantuan dilakukan bertahap sejak 17 hingga 19 Agustus.

Bantuan yang disalurkan bernilai total Rp50 juta, terdiri atas 110 kotak obat-obatan, 100 paket sembako, 20 unit tenda pengungsian, dan 100 dus air minum. Ketua Umum ARM HA-IPB, Ahmad Husein, menjelaskan bahwa prioritas bantuan difokuskan pada kebutuhan mendesak para penyintas.

"Kami dahulukan kebutuhan pangan, obat-obatan, dan tempat berteduh agar beban para penyintas sedikit menjadi lebih ringan," ujarnya.

Di Kampung Batok, Desa Salama, banyak rumah warga rubuh dan rata dengan tanah. Satu korban jiwa dilaporkan tertimpa bangunan saat mengevakuasi cucunya. Warga lainnya terpaksa mengungsi ke lapangan terbuka. Aminah (26), salah satu penyintas, menuturkan pengalamannya saat gempa terjadi.

"Saat tersentak bangun saat gempa dan hampir saja terkena reruntuhan rumah. Sampai sekarang saya masih khawatir dengan gempa susulan yang terus terjadi," katanya. Ia menambahkan bahwa warga sangat membutuhkan sembako dan kebutuhan dapur lainnya.

"Alhamdulillah, begitu ARM HA-IPB datang kami amat terbantu. Semoga semua Allah balas semua amal kebaikan para donatur," ucap Aminah.

ARM HA-IPB kini menyiapkan tim kedua untuk turun ke lapangan. Pengurus ARM Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Maulana Ishak, yang berdomisili di Bima, NTB, dalam waktu dekat akan berangkat ke Reok, didampingi dua pengurus lain yang terbang dari Bogor, Jawa Barat. Lokasi berikutnya yang akan dijangkau adalah Desa Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Jarak tempuh dari Reok ke Pota sekitar 2,5 jam dan hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua.

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat sekitar 40.040 jiwa pengungsi tersebar di berbagai lokasi di Flores. Ahmad Husein menambahkan, kebutuhan warga penyintas saat ini meliputi bantuan pangan, air bersih, shelter/tenda, selimut, tikar, dan obat-obatan. Ia berharap alumni dan sivitas akademika IPB University tergerak untuk membantu saudara-saudara di NTT.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags