Balita Korban Gempa Flores Meninggal di Posko Pengungsian

- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:42 WIB
Balita Korban Gempa Flores Meninggal di Posko Pengungsian

Seorang balita korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia di posko pengungsian. Mario Calviano Guru (2), warga Nagekeo, mengembuskan napas terakhir pada Kamis (20/8) setelah sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit.

Calvino adalah salah satu penyintas gempa yang melanda wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026. Ia bertahan bersama keluarganya di posko pengungsian Bukit Puta, namun kondisi kesehatannya terus menurun akibat keterbatasan fasilitas. Keluarga sempat membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Afik, seorang relawan sekaligus warga setempat, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menjelaskan bahwa selama di pengungsian, Calvino mengalami demam tinggi yang menyebabkan tubuhnya kaku dan kejang. Sebelum meninggal, balita itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Aeramo, lalu dirujuk ke RS Bajawa.

"Anak ini jatuh sakit, sempat dirawat, tapi akhirnya meninggal dunia," kata Afik.

Kondisi di pengungsian memang memprihatinkan. Minimnya selimut membuat sebagian besar warga Desa Marapokot harus bertahan di tengah dinginnya malam. Krisis air bersih juga memperparah situasi. Afik menyebut, banyak penyintas lain yang harus bertahan menghadapi dingin, keterbatasan tempat tinggal, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya.

"Saat ini ada banyak penyintas lain yang harus bertahan menghadapi dingin, keterbatasan tempat tinggal, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya," tuturnya.

Jack, yang merupakan paman Calvino, mendesak pemerintah agar segera bertindak cepat menangani kondisi para pengungsi. Ia menekankan bahwa situasi ini serius dan membutuhkan bantuan segera.

"Kami mohon bantuan segera. Ini situasi yang serius. Korban meninggal baru berusia dua tahun. Ia jatuh sakit hanya karena kondisi keterbatasan di atas bukit, tanpa kelambu dan tanpa tenda. Sebagai keluarga, saya berbicara dengan duka yang mendalam atas kepergian keponakan saya ini," pungkasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags