Puluhan Rumah Rusak Parah Diterjang Puting Beliung di Bangka Barat

- Kamis, 16 April 2026 | 23:15 WIB
Puluhan Rumah Rusak Parah Diterjang Puting Beliung di Bangka Barat

Yuranda | TVRINews, Bangka Barat


Wilayah Kecamatan Parittiga diguncang bencana. Angin puting beliung, disertai hujan yang mengguyur deras, menghantam kawasan itu pada Rabu (15/4/2026) sore. Akibatnya, puluhan rumah warga di dua desa rusak parah.

Kerusakan paling serius terpusat di Desa Kelabat dan Desa Sekar Biru. Dari data awal yang berhasil dikumpulkan, lebih dari dua puluh rumah mengalami kerugian material. Atap-atap rumah banyak yang terlepas, terbang diterbangkan pusaran angin yang ganas.

Menurut sejumlah saksi, kejadiannya berlangsung sekitar pukul tiga sore. Suasana mendadak berubah mencekam.

"Kejadiannya pas hujan lebat, tiba-tiba ada angin putar-putar langsung hantam atap. Kami sekeluarga langsung lari keluar rumah karena takut roboh. Sampai sekarang saya masih trauma," ujar Fatiawati, warga Desa Kelabat, suaranya masih terdengar bergetar.

Kepanikan melanda. Aslam, warga Desa Sekar Biru, mengaku tak sempat menyelamatkan barang-barang. Angin datang begitu cepat, begitu brutal, langsung menyapu bagian atas rumahnya. Untungnya, meski kerusakan bangunan terlihat masif, tidak ada korban jiwa yang berjatuhan dalam musibah ini.

Di sisi lain, upaya pendataan masih terus dilakukan. Camat Parittiga, Adhian Zulhajjany, menjelaskan bahwa timnya masih turun ke lapangan.

"Tim kami masih di lapangan untuk mendata korban dan tingkat kerusakannya. Kami juga berkoordinasi dengan BPBD untuk langkah penanganan darurat serta bantuan bagi warga yang rumahnya tidak bisa ditempati sementara waktu," jelas Adhian, Kamis (16/4).

Pemerintah daerah pun mengeluarkan imbauan. Cuaca ekstrem seperti ini perlu diwaspadai, apalagi Bangka Barat sedang dalam masa pancaroba. Peralihan musim seringkali membawa angin kencang secara tiba-tiba, mengancam keselamatan warga. Masyarakat diminta untuk tetap siaga.

Puing-puing atap yang berserakan kini menjadi pemandangan menyedihkan di dua desa itu. Proses pemulihan, tentu saja, masih panjang.


Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar