MUI dan Dubes Saudi Bahas Dampak Global Konflik Timur Tengah di Jakarta

- Kamis, 16 April 2026 | 22:55 WIB
MUI dan Dubes Saudi Bahas Dampak Global Konflik Timur Tengah di Jakarta

Di kediaman Duta Besar Arab Saudi yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis malam (16/4/2026) lalu, suasana terasa hangat. Ketua Umum MUI Anwar Iskandar beserta sejumlah jajarannya diterima dengan baik oleh Dubes Faisal Abdullah Al Amoudi. Pertemuan itu bukan sekadar formalitas belaka. Intinya, mereka membicarakan situasi panas yang sedang terjadi di Timur Tengah.

Menurut Faisal Abdullah, ada banyak informasi yang simpang siur dan menyesatkan terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan itu, ujarnya, telah membuat situasi kawasan jadi makin rumit.

"Izinkan kami untuk menyampaikan kepada para ulama di majelis ulama mengenai perkembangan update tentang geopolitik di kawasan Timur Tengah," kata Faisal memulai pembicaraan.

"Dan mungkin dalam beberapa, ada beberapa pandangan atau misleading informasi, peristiwa tersebut di mana peristiwa ini menyangkut berkaitan erat dengan seluruh dunia tak terkecuali," tambahnya, menekankan dampak global dari konflik tersebut.

Dia lantas menegaskan sikap negaranya. Arab Saudi, klaim Faisal, selalu berusaha menahan diri agar konflik tidak makin melebar. Yang disayangkannya, serangan-serangan tetap saja menyasar wilayah Saudi. Padahal, jelas-jelas pihaknya sudah menyatakan tidak ingin terlibat.

"Padahal kami sebelum terjadinya atau meletusnya perang ini menegaskan jaminan kami Kerajaan Arab Saudi bahwa kami tidak bersedia, dan kami menolak untuk dijadikan teritorial kami wilayah kami, laut kami, angkasa kami dijadikan tempat untuk menyerang Iran," tegasnya.

Dampaknya pun terasa hingga ke seluruh penjuru dunia. Faisal menggambarkannya dengan gamblang. "Dan tentu kita lihat juga bahwa dampaknya ini telah ketara sekali, kelihatan sekali terutama meningkatnya harga-harga tiket kemudian harga BBM, harga energi, kemudian supply chain juga mengalami peningkatan harganya," sebutnya. Intinya, efek domino dari perang ini sungguh nyata.

Di sisi lain, Anwar Iskandar menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak Saudi. Dalam responsnya, dia menekankan prinsip dasar Indonesia dalam menyikapi gejolak politik internasional.

"Ada beberapa prinsip yang menjadi pegangan kami di dalam memahami dan mensikapi kegaduhan dan geopolitik yang terjadi di negara kita semuanya di kawasan ini. Yang pertama adalah bahwa kami sebuah negara yang tidak membenarkan adanya sebuah penjajahan dari satu negara ke negara yang lain," kata Anwar.

Harapannya sederhana tapi berat: konflik di Timur Tengah bisa segera berakhir. Anwar juga tak lupa mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang diberikan kepada warga Indonesia yang berkunjung ke Saudi, terutama untuk urusan haji dan umrah.

"Tentu sebagai wujud komitmen kami sesama muslim, sebagai bangsa Indonesia untuk tetap bersama-sama dengan Pemerintah Arab Saudi untuk menjaga Haramain, untuk menjaga tanah suci kami bersama," tuturnya, menutup sambutan.

Pertemuan malam itu juga dihadiri sejumlah tokoh penting. Dari Komisi VIII DPR, hadir Ketuanya Marwan Dasopang. Sementara dari MUI, tampak wajah-wajah seperti Wakil Ketua Umum Cholil Nafis, Sekjen Buya Amirsyah Tambunan, Bendahara Umum Misbahul Ulum, serta sejumlah ketua bidang seperti Asrorun Ni'am Sholeh (Fatwa), Siti Ma'rifah (PRK), dan Masduki Baidlowi (Infokomdigi). Wakil Sekjen Bidang Infokomdigi, Asrori S Karni, juga turut mendampingi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar