Rapat paripurna DPR pagi ini berlangsung cukup padat. Di gedung Nusantara, para wakil rakyat berkumpul untuk memutuskan sejumlah posisi strategis negara. Agenda utamanya? Pengesahan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Pukul sembilan pagi, ruang sidang utama mulai ramai. Rapat dipimpin oleh dua wakil ketua DPR, Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurizal. Sebelum palu diketok, Saan melaporkan kuorum. "Menurut catatan sekretariat jenderal, daftar hadir sudah ditandatangani 220 orang yang hadir dan 119 orang yang izin," ujarnya.
Artinya, dari total 580 anggota, 339 hadir secara fisik atau memberi pernyataan. Angka itu sudah memenuhi syarat.
"Dengan demikian forum telah tercapai," kata Saan, lalu mengetok palu. Rapat pun resmi dibuka.
Agendanya tidak cuma satu. Setidaknya ada empat laporan komisi yang harus diputuskan. Mulai dari calon anggota Ombudsman, calon anggota BAZNAS, hingga yang paling banyak disorot: laporan Komisi XI soal calon Deputi Gubernur BI. Ada juga laporan terkait calon Hakim Konstitusi.
Thomas Djiwandono sendiri sudah melalui proses uji kelayakan di Komisi XI sehari sebelumnya, Senin (26/1). Pria yang akrab disapa Tommy ini mengaku prosesnya ketat. Menurutnya, aturan tentang independensi BI itu sangat kuat, jadi semua tahapan harus dijalani dengan benar.
"Pertama, undang-undang independensi Bank Indonesia sangat kuat. Kedua, saya melewati semua proses yang harus dilakukan berdasarkan undang-undang itu," jelas Thomas di kompleks parlemen.
Soal latar belakang politiknya, dia sudah bersiap. Thomas menegaskan dirinya telah mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Gerindra per 31 Desember 2025. Bahkan, jauh sebelum itu, tepatnya Maret 2025, posisinya sebagai bendahara umum partai sudah tidak lagi dipegang.
"2025 Maret saya sudah tidak menjadi bendahara umum. Sebelumnya, saya bendahara umum Gerindra 17 tahun. Nah, 31 Desember tahun lalu saya keluar keanggotaan Gerindra," paparnya.
Kini, tinggal menunggu keputusan akhir dari rapat paripurna. Semua mata tertuju pada hasil pemungutan suara untuk menentukan apakah Tommy resmi menduduki posisi penting di bank sentral tersebut.
Artikel Terkait
Wall Street Loyo Setelah The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Tunggu Laporan Empat Raksasa Teknologi
Taspen Serahkan Santunan Rp283 Juta ke Ahli Waris Guru SD Korban Tabrakan Kereta di Bekasi
SIG Luncurkan Semen Hijau dengan Emisi Karbon 38 Persen Lebih Rendah
ITMG Bagikan Dividen Final Rp992 per Saham untuk Tahun Buku 2025