Bursa transfer sepak bola Indonesia di awal tahun 2026 diwarnai kejutan. Winger muda milik PSM Makassar, Victor Dethan, dikabarkan memilih bergabung dengan Persija Jakarta, meskipun sebelumnya ia menjadi target utama Persebaya Surabaya. Keputusan ini sontak menimbulkan spekulasi, terutama karena alasan di balik pilihan tersebut dinilai tidak biasa.
Persebaya Surabaya sebenarnya bergerak paling awal untuk mengamankan jasa pemain berusia 22 tahun itu. Atas instruksi langsung pelatih anyar mereka, Bernardo Tavares, manajemen Bajol Ijo dikabarkan telah mengajukan proposal resmi dengan nilai yang tidak kecil. Tavares, yang dikenal dekat dengan pemain muda, melihat potensi besar dalam diri Dethan untuk memperkuat skuadnya.
Informasi yang beredar menyebutkan, Persebaya telah melayangkan penawaran kontrak senilai sekitar Rp1,2 miliar untuk durasi dua musim. Proposal tersebut, menurut laporan dari akun informasi sepak bola Surabaya, sudah diterima oleh agen Victor Dethan pada periode Januari hingga Februari lalu. Pada titik itu, kesepakatan tampaknya tinggal menunggu waktu.
Namun, situasi berbalik secara drastis memasuki awal Mei 2026. Alih-alih meresmikan kerja sama dengan Persebaya, Victor Dethan justru disebut-sebut telah mencapai kata sepakat dengan Persija Jakarta. Yang mengejutkan, pembatalan ini sama sekali tidak berkaitan dengan nominal kontrak atau fasilitas latihan.
“Keluarga Victor diketahui tinggal di Malang, sehingga ada kekhawatiran terkait rivalitas suporter apabila dirinya bermain untuk Persebaya,” demikian bunyi laporan yang beredar.
Faktor psikologis dan keselamatan keluarga menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut. Kekhawatiran ini muncul mengingat sejarah rivalitas tinggi antara suporter Surabaya dan Malang yang pernah meninggalkan catatan kelam. Pihak keluarga dikabarkan merasa tidak nyaman jika Dethan harus merumput di Stadion Gelora Bung Tomo.
Kabar batalnya transfer ini langsung memicu reaksi besar dari pendukung setia Persebaya, Bonek. Jagat media sosial dipenuhi komentar yang terbelah antara yang memaklumi dan yang mengkritik.
Sebagian Bonek menilai kekhawatiran Victor Dethan adalah hal yang manusiawi dan realistis. Mereka mengingat rekam jejak rivalitas kedua kubu di masa lalu sebagai dasar pertimbangan yang valid. “Ya kalau lihat ke belakang emang agak mengerikan, contoh Coach Aji,” tulis seorang warganet. “Alasan yang realistis sih,” timpal yang lain.
Di sisi lain, tidak sedikit loyalis Green Force yang menyayangkan keputusan tersebut. Mereka berpendapat bahwa mengenakan jersey Persebaya membutuhkan nyali besar. Sebagian menilai sang pemain kehilangan kesempatan emas untuk berkembang di bawah asuhan Bernardo Tavares. “Aduhh udah skip aja, banyak drama belum-belum. Persebaya hanya untuk yang bernyali dan punya integritas, ribet ini orang jiwanya aja udah gitu,” tulis seorang penggemar. “Saran saya sih ke Persebaya aja, bersama Tavares dia sering dapet menit bermain,” sahut yang lain.
Ada pula yang mengomentari aspek profesionalisme di atas lapangan. Seorang warganet menulis, “Gak masalah masio sampean arek Malang, lek profesional kerja, ndak usah khawatir. Yang penting tidak selebrasi berlebihan.” Sementara itu, penggemar lain menanggapinya dengan lebih santai, “Wis rek. Wis biasa dalam dunia sepak bola. Rebutan pemain. Pemain inti metu, wis biasa. Persebaya juga pasti ada opsi lain.”
Hingga berita ini diturunkan, baik Persija Jakarta maupun Persebaya Surabaya belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait masa depan Victor Dethan. Kemungkinan pemain tersebut akhirnya bergabung dengan klub lain juga masih terbuka. Publik sepak bola Indonesia masih menunggu pengumuman resmi dari pihak terkait.
Artikel Terkait
Maxwell Souza Resmi Gabung Persib Bandung Usai Tinggalkan Persija
Juventus Bidik Robert Lewandowski sebagai Target Gratisan di Bursa Transfer 2026
Mariano Peralta Rebutan Persija dan Persib Usai Dinobatkan Pemain Terbaik Super League 2025/2026
PSIS Semarang Gagal Boyong Pratama Arhan, Fokus Bangun Ulang Skuad dengan Wajah Lama