Dharma Polimetal Bagikan Dividen Rp326,3 Miliar, Naik 62,8% dari Tahun Lalu

- Jumat, 17 April 2026 | 18:00 WIB
Dharma Polimetal Bagikan Dividen Rp326,3 Miliar, Naik 62,8% dari Tahun Lalu

Rapat Umum Pemegang Saham PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) akhirnya selesai digelar Jumat lalu. Hasilnya? Ada beberapa keputusan penting yang diambil, termasuk soal bagi-bagi keuntungan kepada para pemegang saham.

Yang paling disorot tentu saja soal dividen. Perusahaan sepakat untuk membagikan separuh dari laba bersih mereka di tahun 2025. Jadi, setengahnya lagi bakal ditahan untuk keperluan pengembangan bisnis ke depan.

Nah, laba bersih DRMA di periode tersebut tercatat cukup gemuk, yakni Rp652,6 miliar. Angka itu naik sekitar 12,6% dibanding tahun sebelumnya. Dengan komposisi pembagian 50%, maka total dividen tunai yang bakal dikucurkan mencapai Rp326,3 miliar.

Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso, memberikan rinciannya dalam sebuah paparan publik.

"Jadi, nilai dividen per sahamnya adalah Rp70. Ini jelas meningkat dari tahun 2024 lalu, di mana kami membagikan Rp43 per saham,"

Begitu penjelasan Irianto usai RUPS berlangsung.

Lalu, bagaimana prospek ke depannya? Untuk tahun 2026 ini, manajemen sudah menancapkan target pertumbuhan penjualan minimal 10%. Patokannya adalah realisasi penjualan 2025 yang mencapai Rp5,93 triliun tumbuh 7,8% dari tahun sebelumnya.

Namun begitu, soal proyeksi laba bersih, DRMA tampaknya lebih memilih bersikap hati-hati. Mereka tidak menetapkan target angka yang spesifik. Alih-alih, laba bersih nantinya diharapkan akan mengikuti cerminan dari realisasi penjualan yang berhasil dicapai.

Intinya, kalau penjualan sesuai harapan, maka laba pun diyakini akan ikut merangkak naik. Irianto sendiri cukup optimis dengan pendekatan ini.

Dengan target pendapatan yang tumbuh minimal 10 persen, kami yakin untuk laba bersih nantinya juga bakal mengikuti,

tutupnya. Sekarang, tinggal menunggu eksekusi di lapangan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar