Wagub Sulbar Salim S Mengga Wafat, Pemimpin Rendah Hati yang Baru Setahun Bertugas

- Minggu, 01 Februari 2026 | 14:45 WIB
Wagub Sulbar Salim S Mengga Wafat, Pemimpin Rendah Hati yang Baru Setahun Bertugas

Sabtu pagi itu, 31 Januari 2026, kabar duka tiba-tiba menyebar. Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga, menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Siloam Makassar. Ia wafat sekitar pukul 06.40 WITA, meninggalkan duka yang dalam bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Sulbar.

Sebelumnya, kondisi kesehatan pria yang dikenal bersahaja itu memang tengah menurun. Ia menjalani perawatan di rumah sakit yang sama, meski jenis penyakit yang diderita tak pernah diumumkan secara rinci. Pihak keluarga dan pemerintah daerah hanya menyebut, almarhum meninggal dunia karena sakit.

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, adalah salah satu yang pertama mendapat kabar ini. Saat telepon berdering, ia sedang berada di Jakarta untuk urusan dinas. Dari seberang sana, anak almarhum yang menyampaikan berita pilu itu.

“Selamat jalan kakanda, sahabat sekaligus orang yang kami tuakan. Kami doakan Allah SWT menempatkanmu di tempat yang mulia,”

kata Suhardi Duka dalam pernyataan yang beredar luas, Minggu (1/2). Ungkapan itu sekaligus menggambarkan betapa kehilangannya bukan hanya sekadar kehilangan seorang partner kerja, tapi juga seorang sahabat dan sosok yang dihormati.

Menariknya, perjalanan kepemimpinan Salim di kursi wagub ternyata belum genap setahun. Ia baru dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, mendampingi Suhardi Duka untuk periode 2025-2030. Duet mereka terbilang kompak, sering mengedepankan musyawarah dan kerja gotong royong.

Menurut Muhammad Ridwan Djafar, Kadis Kominfo Sulbar, Salim adalah tipe pemimpin yang tak suka menonjolkan diri. Ia lebih memilih bekerja dengan keteladanan dan pendekatan yang persuasif. Mungkin karena itulah, figur yang satu ini begitu dihormati oleh para staf dan dicintai rakyatnya.

Kini, setelah kepergiannya, jenazah almarhum rencananya akan dibawa ke Jakarta. Akan disemayamkan dulu di rumah putri pertamanya di Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Lalu, sebagai bentuk penghormatan terakhir negara pada seorang purnawirawan TNI, Salim S Mengga akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Sebuah akhir perjalanan yang layak untuk seorang yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pengabdian.

Kepergiannya tentu meninggalkan luka. Bukan cuma bagi keluarga yang ditinggalkan, tapi juga bagi seluruh Sulawesi Barat yang kehilangan seorang pemimpin rendah hati di tengah jalan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar