Kasus yang melibatkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi kembali memanas. Kali ini, sorotan tajam beralih ke kronologi bagaimana rekaman CCTV di rumah Inara bisa diakses dan akhirnya bocor ke publik. Pusatnya adalah mantan sopirnya, Agung.
Menurut pengakuan yang beredar, semua berawal dari laporan seorang asisten rumah tangga. ART berinisial Y itu mendengar suara aneh dari lantai tiga rumah. Karena merasa curiga ada orang asing, dia pun melaporkannya kepada Agung.
“Pada tanggal kejadian, ada dugaan orang asing berada di rumah itu. Ada suara aneh di lantai tiga, sehingga mereka melakukan pemeriksaan,” jelas kuasa hukum Agung, Sukardi, seperti dikutip dari sebuah unggahan Instagram.
Dari situlah, Agung kemudian mengakses sistem CCTV. Sukardi menegaskan, kliennya adalah orang pertama yang mendapatkan rekaman itu. Dan yang penting, motifnya bukan untuk berbuat jahat.
“Agung mendapatkan CCTV itu pertama. Kalau secara motif, pertama, tidak ada niat jahat,” tegas Sukardi.
Namun begitu, jalan ceritanya jadi berbelit. Rekaman yang semula diambil untuk keperluan keamanan dalam rumah itu, entah bagaimana, malah berpindah tangan. Video itu sampai ke Wardatina Mawa, istri sah dari Insanul Fahmi.
Alhasil, video CCTV itu pun meledak di ruang publik. Mawa menggunakannya sebagai barang bukti utama untuk melaporkan pasangan Inara dan Insanul dengan tuduhan perselingkuhan dan perzinaan. Publik pun tercengang, apalagi mengetahui Agung kini sudah tidak lagi bekerja untuk Inara. Statusnya berubah jadi terlapor setelah Inara melaporkannya ke Bareskrim Polri.
Agung pun harus menghadapi pemeriksaan penyidik. Fokusnya tak cuma soal rekaman, tapi juga mengulik hubungan kerjanya dengan Inara Rusli dan Virgoun. Penyidik juga mendalami sejauh mana pengetahuan teknis Agung tentang sistem CCTV di rumah tersebut, termasuk prosedur pengambilannya.
Yang menarik, dari penuturan pengacara, Inara disebutkan bersikap netral dalam hal ini. Dia tidak pernah memberi perintah khusus, tapi juga tidak pernah secara tegas melarang pengambilan rekaman untuk keperluan seperti ini.
“Secara prinsip, Inara tidak pernah menyuruh dan juga tidak pernah melarang terkait pengambilan CCTV. Agung memang posisinya sebagai sopir, tetapi terkait hal-hal teknis di dalam rumah,” tandas Sukardi.
Kasus ini, seperti biasa, berlarut-larut. Dari suara aneh di lantai tiga, berujung pada perseteruan hukum yang rumit dan perbincangan hangat di media sosial. Semua pihak kini menunggu perkembangan berikutnya dari penyidik.
Artikel Terkait
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor
Niat Main ke Tetangga, Bocah 4 Tahun Tewas dalam Karung Putih