Kabarnya, Aidaros Alzubidi sudah kabur. Pemimpin separatis Yaman itu dilaporkan menghilang begitu saja dari perundingan di Riyadh, Arab Saudi. Tujuannya? Uni Emirat Arab. Pelarian ini terjadi setelah kelompok yang dipimpinnya, Dewan Transisi Selatan (STC), berusaha merebut kendali atas sebagian besar wilayah Yaman.
Akibatnya, dia dituduh melakukan pengkhianatan tingkat tinggi. Tak main-main, Alzubidi pun dikeluarkan dari Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman pada Rabu (7/1) waktu setempat. Menanggapi ketidakhadirannya dalam pembicaraan, koalisi pimpinan Saudi tak segan-segan membombardir provinsi asal sang pemimpin separatis.
Lalu, bagaimana rincian pelariannya? Menurut pernyataan terbaru koalisi pimpinan Saudi yang dikutip AFP, Kamis (8/1/2026), perjalanan Alzubidi terbilang rumit. Dia kabur menggunakan kapal dan pesawat dari Aden, Yaman, menuju Abu Dhabi di UEA. Rutenya tak langsung, melainkan melalui Somaliland dan Somalia.
"Intelijen yang dapat diandalkan menunjukkan bahwa Aidaros Alzubidi dan beberapa orang lainnya telah melarikan diri pada tengah malam,"
Begitu bunyi pernyataan resmi koalisi pada Kamis (8/1) waktu setempat.
Ceritanya, setelah tengah malam pada Rabu (7/1), Alzubidi berlayar dari Aden menuju Berbera di Somaliland sebuah wilayah yang memisahkan diri di Tanduk Afrika. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan pesawat Ilyushin buatan Rusia ke Mogadishu. Menariknya, koalisi menyebut semua ini terjadi "di bawah pengawasan pejabat UEA". Penerbangan terakhir membawanya ke sebuah bandara militer di Abu Dhabi, di mana dia dilaporkan tiba pada Rabu malam waktu setempat.
Sampai saat ini, otoritas UEA masih bungkam. Belum ada komentar resmi apa pun dari mereka mengenai laporan pelarian spektakuler ini.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Program Strategis, Fokus pada Hilirisasi dan Energi dari Sampah
Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Tewaskan Satu Keluarga di Grogol Petamburan
Mantan Penyidik KPK Sambut Baik Pembentukan Satgas Anti Penyelundupan
Polsek Sumobito Gagalkan Upaya Pencurian Besi Rel di Stasiun Curahmalang, Oknum KAI Diduga Terlibat