Yuran dan Tavares Siap Tinggalkan Kenangan demi Kemenangan di Duel Panas PSM vs Persebaya

- Rabu, 25 Februari 2026 | 17:30 WIB
Yuran dan Tavares Siap Tinggalkan Kenangan demi Kemenangan di Duel Panas PSM vs Persebaya

SURABAYA Rivalitas itu terasa. Bukan cuma di udara, tapi sepertinya melekat di setiap sudut stadion. Laga antara PSM Makassar dan Persebaya Surabaya memang selalu panas, tapi yang satu ini punya bumbu lebih. Bukan cuma tiga poin yang dipertaruhkan, tapi juga sejarah panjang yang mempertemukan kembali orang-orang lama di lapangan hijau.

Nama Yuran Fernandes, kapten PSM, pasti masuk dalam daftar orang yang paling disorot. Bek asal Tanjung Verde ini dulu adalah andalan pelatih Bernardo Tavares. Mereka pernah sukses bersama. Bahkan, kabarnya Yuran nyaris hengkang ke Persebaya. Tapi, menjelang duel nanti, pesannya jelas: profesionalisme di atas segalanya.

“Kami sudah evaluasi semua, berusaha perbaiki kesalahan dari laga sebelumnya,” ujarnya.

Yuran mengakui, timnya harus tampil maksimal. “Ini laga berat. Lawan punya pemain-pemain bagus. Tapi saya yakin, kami juga punya yang tak kalah bagus. Kami harus berikan yang terbaik untuk dapat poin.”

Di sisi lain, ada cerita pertemuan kembali yang menarik. Hubungan Yuran dan Tavares terjalin cukup erat selama 3,5 tahun mereka bekerja sama. Mereka meraih gelar, mengorbitkan pemain muda. Itu masa-masa yang manis.

Tapi semua kenangan itu akan disimpan dulu.

“Saya anggap dia teman. Hubungan kami baik,” kata Yuran. “Tapi besok, dia lawan. Dan lawan harus dikalahkan. Itu profesionalitas.”

Menurutnya, justru karena saling mengenal, pertandingan ini bakal seru. “Dia tahu gaya saya. Saya juga tahu apa yang biasanya dia lakukan untuk timnya. Jadi, ya, akan menarik.”

Pandangan serupa datang dari kubu seberang. Bernardo Tavares, yang kini menukangi Persebaya, tak menyangkal ikatan emosionalnya dengan PSM. Klub itu punya tempat khusus di hatinya.

“PSM sangat berarti bagi saya. Tapi saya seorang profesional,” tegas pelatih asal Portugal itu.

“Sekarang saya di tim yang berbeda. Tugas saya adalah berjuang mati-matian untuk tim ini di lapangan.”

Tavares tak memandang enteng mantan timnya. Dia menyebut PSM masih kuat, punya pemain berkualitas. Karena itu, anak asuhnya harus siap tempur. “Kami harus belajar dari hasil buruk sebelumnya dan tampil lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, di kamp PSM, Tomas Trucha sibuk menyiapkan strategi. Jadwal padat jadi tantangan tersendiri. Empat laga dalam 16 hari bukan main-main.

“Kami belum dapat poin maksimal di beberapa laga terakhir. Jadi, analisis terhadap lawan harus detail. Setiap poin akan kami perjuangkan,” kata pelatih asal Ceko itu.

Trucha paham betul, kehadiran Tavares di bangku lawan jadi cerita sampingan yang menarik. Mantan pelatih yang tahu seluk-beluk timnya. Tapi, dia berusaha menepisnya.

“Itu cuma cerita latar. Kami saling respek, tapi ini soal profesionalisme. Mereka siapkan timnya, kami siapkan tim kami. Fokus kami tetap di lapangan,” jelasnya.

Evaluasi utama Trucha ada pada hal-hal teknis. Menurutnya, eksekusi bola mati dan distribusi servis masih perlu ditingkatkan. “Servis adalah bagian penting dari permainan. Beberapa kesalahan sudah kami identifikasi dan sedang kami perbaiki,” tambahnya.

Pada akhirnya, laga ini adalah soal momentum. Baik PSM maupun Persebaya lagi sepi kemenangan. Hasil akhir beberapa pertandingan terakhir kurang memuaskan. Karena itu, duel di Surabaya ini jadi kesempatan emas untuk membalikkan keadaan.

“Dua tim sama-sama butuh bangkit. Ini saatnya kami belajar dan, semoga, membawa pulang poin penuh,” harap Trucha.

Dengan segala lapisan cerita di dalamnya rivalitas, hubungan emosional, dan desakan untuk menang laga ini jelas bukan pertandingan biasa. Nantikan saja. Begitu peluit dibunyikan, pertemanan akan terlupakan. Yang ada cuma satu: hasrat untuk menang.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar