Begitu bunyi pernyataan resmi koalisi pada Kamis (8/1) waktu setempat.
Ceritanya, setelah tengah malam pada Rabu (7/1), Alzubidi berlayar dari Aden menuju Berbera di Somaliland sebuah wilayah yang memisahkan diri di Tanduk Afrika. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan pesawat Ilyushin buatan Rusia ke Mogadishu. Menariknya, koalisi menyebut semua ini terjadi "di bawah pengawasan pejabat UEA". Penerbangan terakhir membawanya ke sebuah bandara militer di Abu Dhabi, di mana dia dilaporkan tiba pada Rabu malam waktu setempat.
Sampai saat ini, otoritas UEA masih bungkam. Belum ada komentar resmi apa pun dari mereka mengenai laporan pelarian spektakuler ini.
Artikel Terkait
Guterres Murka, Rusia Hantam Infrastruktur Vital Ukraina di Tengah Beku
Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Pandeglang Dini Hari
Ribuan Warga Padati Kemayoran, Gubernur Soroti Peran Keluarga dalam Perayaan Natal Bersama
Hanif Dhakiri Desak Pengawasan Proaktif untuk Jaga Data Nasabah