Begitu bunyi pernyataan resmi koalisi pada Kamis (8/1) waktu setempat.
Ceritanya, setelah tengah malam pada Rabu (7/1), Alzubidi berlayar dari Aden menuju Berbera di Somaliland sebuah wilayah yang memisahkan diri di Tanduk Afrika. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan pesawat Ilyushin buatan Rusia ke Mogadishu. Menariknya, koalisi menyebut semua ini terjadi "di bawah pengawasan pejabat UEA". Penerbangan terakhir membawanya ke sebuah bandara militer di Abu Dhabi, di mana dia dilaporkan tiba pada Rabu malam waktu setempat.
Sampai saat ini, otoritas UEA masih bungkam. Belum ada komentar resmi apa pun dari mereka mengenai laporan pelarian spektakuler ini.
Artikel Terkait
Kapolri Instruksikan Seluruh Jajaran Tanggapi Setiap Pemberitaan Media
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan Ribuan Pil Ekstasi Berkedok Gaun Pengantin
Elemen Masyarakat Deklarasi Dukungan untuk Program Jaga Jakarta Polda Metro Jaya
Wamenpar: Pariwisata Berkelanjutan Jadi Keharusan untuk Tingkatkan Daya Saing Global