Kapolri Instruksikan Seluruh Jajaran Tanggapi Setiap Pemberitaan Media

- Rabu, 25 Februari 2026 | 19:15 WIB
Kapolri Instruksikan Seluruh Jajaran Tanggapi Setiap Pemberitaan Media

Jakarta - Suasana Gedung Utama Mabes Polri di Jakarta Selatan Rabu (25/2/2026) sore itu cukup hangat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo duduk bersama para insan media dalam acara buka puasa. Bukan sekadar acara seremonial belaka, pertemuan itu menjadi momen penting bagi Sigit untuk menegaskan kembali posisi media sebagai mitra strategis Polri. Menurutnya, peran mereka krusial untuk menjaga stabilitas keamanan nasional.

Jenderal Sigit melihat media lebih dari sekadar corong informasi. Mereka, dalam pandangannya, adalah representasi langsung dari suara masyarakat. Suara yang wajib didengar dan ditanggapi oleh institusi kepolisian.

"Kami menyadari bahwa suara media adalah suara publik yang harus didengar. Kewajiban kami sebagai institusi Polri untuk melaksanakan amanah sebagaimana yang diserukan oleh suara-suara publik yang diwakili oleh rekan-rekan media,"

katanya tegas.

Tak berhenti di situ, Sigit kemudian memberikan instruksi yang sangat jelas kepada seluruh anak buahnya. Intinya sederhana: jangan pernah mengabaikan pemberitaan media. Sekecil apapun itu. Baginya, laporan yang muncul di koran atau tayangan di layar kaca seringkali merupakan jeritan hati warga yang butuh solusi.

"Tolong seluruh jajaran yang ada, bahwa sekecil apa pun suara dari teman-teman media, itu adalah jeritan dari masyarakat, keluhan dari masyarakat. Mau tidak mau kita harus melakukan langkah cepat, respons cepat untuk menanggapi,"

tegasnya tanpa basa-basi.

Harapannya, sinergi ini akan terus berjalan. Dengan begitu, setiap respons dan gerak langkah Polri di lapangan nantinya bukan berasal dari keinginan internal semata. Melainkan, benar-benar lahir karena mendengar kebutuhan riil masyarakat yang disalurkan melalui media.

"Sehingga ke depan tentunya respons kita bukan respons karena keinginan sendiri, tapi respons kita betul-betul respons di lapangan yang kemudian bergerak karena kita mendengarkan suara publik yang disuarakan oleh rekan-rekan media,"

ujar Sigit menjelaskan.

Di sisi lain, dalam kesempatan yang penuh kekeluargaan itu, Kapolri juga tak sungkan menyampaikan permohonan maaf. Maaf secara terbuka, kalau-kalau ada tindakan anggota Polri yang disadari atau tidak ternyata mencederai rasa keadilan di mata publik.

"Kemudian, dalam kesempatan ini, tentunya saya mengucapkan permohonan maaf apabila di dalam keseharian kami mungkin ada perbuatan dari anggota-anggota kami yang disadari maupun tidak disadari, mencederai rasa keadilan publik. Oleh karena itu, kami dalam hal ini, kami mohon maaf,"

tuturnya.

Janjinya jelas: dia tak akan ragu menindak tegas anggota yang terbukti melanggar. Apalagi yang sampai melukai rasa keadilan. Tindakan tegas itu, ujarnya, adalah bentuk komitmen untuk menjaga marwah institusi Bhayangkara.

"Dan ini sebagai bentuk komitmen kami, komitmen institusi terhadap publik, terhadap masyarakat, dan terhadap insan pers,"

pungkas Jenderal Sigit mengakhiri pernyataannya.


(ond/idn)

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar