Gubernur Pramono Apresiasi Inovasi Biopori Jumbo Warga Jakarta Timur yang Mampu Serap 3,7 Ton Sampah Organik

- Minggu, 07 Juni 2026 | 11:30 WIB
Gubernur Pramono Apresiasi Inovasi Biopori Jumbo Warga Jakarta Timur yang Mampu Serap 3,7 Ton Sampah Organik

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan apresiasi terhadap inisiatif pengelolaan sampah berbasis biopori jumbo yang dilakukan oleh enam Rukun Tetangga (RT) di RW 014, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Metode yang dikembangkan secara mandiri oleh warga ini mampu menampung hingga 3.700 kilogram sampah organik dalam kurun waktu tiga bulan.

“Pertama-tama atas nama Pemerintah DKI Jakarta, kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh RW 014 dengan jumlah RT 6 ya, yang melakukan inisiasi untuk mengelola metode biopori jumbo untuk sampahnya,” ujar Pramono saat meninjau lokasi pada Minggu (7/6/2026).

Menariknya, penerapan sistem biopori jumbo ini telah berjalan jauh sebelum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Dengan kata lain, inisiatif warga mendahului kebijakan resmi yang kemudian menjadi payung hukum yang lebih sempurna bagi program serupa.

Pramono menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah di lingkungan RW 014 berpotensi menjadi model percontohan bagi wilayah lain di Jakarta. “Tapi dengan apa yang dilakukan pada hari ini dalam proses penyempurnaan, biopori itu rata-rata 3 bulan ya. Dan kalau ini bisa berjalan dengan baik, ini bisa menjadi role model percontohan untuk penanganan sampah yang ada di Jakarta,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 120 lubang biopori jumbo yang tersebar di lingkungan RW setempat. Setiap lubang dirancang untuk melayani kebutuhan dua rumah tangga dalam membuang sampah organik dapur. “Satu biopori itu untuk dua rumah,” jelas Pramono.

Gubernur juga menyoroti semangat kompetitif warga Jakarta Timur dalam urusan kebersihan lingkungan. Menurutnya, metode biopori jumbo ini hanyalah salah satu dari sekian banyak inovasi lingkungan yang lahir dari wilayah tersebut. Sebelumnya, ia juga telah meresmikan program biogas di kawasan yang sama.

“Jadi ini inisiatif warga. Kebetulan warga Jakarta Timur ini termasuk inisiatif untuk lingkungannya termasuk yang paling bagus. Yang pertama biopori jumbo ini. Yang kedua adalah pada waktu itu saya meresmikan untuk biogas,” paparnya.

Di akhir pernyataannya, Pramono melontarkan tantangan ringan kepada wilayah lain di ibu kota. “Saya sengaja menyampaikan ini mudah-mudahan Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat iri sama Jakarta Timur,” ucapnya sambil tersenyum.

Ia pun optimistis bahwa periode tiga bulan yang disebutkan sebagai daya tampung biopori jumbo bisa lebih pendek dari perkiraan. “Dan pasti kan warga kita itu seneng kalau dikompetisikan. Kalau dua rumah apakah betul 3 bulan, tadi kan disampaikan 3 bulan, menurut saya mungkin lebih cepat dari 3 bulan,” tutupnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar