Indeks penyedia layanan keuangan global, MSCI, kembali melakukan peninjauan berkala terhadap komposisi indeksnya. Dalam hasil kajian yang diumumkan pada Kamis (13/8), dua saham besar Indonesia resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index, sementara sembilan saham lainnya harus meninggalkan MSCI Global Small Cap Index.
Dua saham yang terdepak dari indeks standar global itu adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Dengan demikian, tidak ada satupun saham Indonesia yang masuk dalam daftar penambahan untuk indeks tersebut pada periode ini.
Meski demikian, kabar baik datang dari MSCI Global Small Cap Index. CPIN justru menjadi satu-satunya emiten Indonesia yang mendapat tambahan (addition) dalam perubahan konstituen kali ini. Ini menjadi sinyal bahwa meski terdepak dari indeks utama, CPIN masih dipandang memiliki potensi di pasar modal.
9 Saham Indonesia Didepak dari MSCI
Di sisi lain, sembilan saham Indonesia harus keluar dari indeks MSCI Global Small Cap. Kesembilan saham tersebut yakni:
Bank Jago Tbk (ARTO)
Bukalapak.com Tbk (BUKA)
Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA)
MD Entertainment Tbk (FILM)
Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG)
Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)
Semen Indonesia Tbk (SMGR)
Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
Perubahan konstituen ini akan mulai berlaku setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026. Investor diharapkan mencermati dampaknya terhadap portofolio mereka, terutama bagi yang memiliki saham-saham tersebut.
Artikel Terkait
MSCI Pertahankan Indonesia dalam Kategori Emerging Markets
MSCI Coret CPIN dan GOTO dari Indeks Global, Konstituen Indonesia Susut
IHSG Terkoreksi, Empat Saham Ini Masuk Radar Rekomendasi
Mirae Asset: Investor Perlu Cermati Arah Kebijakan MSCI terhadap Akses Pasar Saham Indonesia