Dua Saham Besar Indonesia Dikeluarkan dari Indeks MSCI, Sembilan Lainnya Terdepak dari Small Cap

- Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:12 WIB
Dua Saham Besar Indonesia Dikeluarkan dari Indeks MSCI, Sembilan Lainnya Terdepak dari Small Cap

Indeks penyedia layanan keuangan global, MSCI, kembali melakukan peninjauan berkala terhadap komposisi indeksnya. Dalam hasil kajian yang diumumkan pada Kamis (13/8), dua saham besar Indonesia resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index, sementara sembilan saham lainnya harus meninggalkan MSCI Global Small Cap Index.

Dua saham yang terdepak dari indeks standar global itu adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Dengan demikian, tidak ada satupun saham Indonesia yang masuk dalam daftar penambahan untuk indeks tersebut pada periode ini.

Meski demikian, kabar baik datang dari MSCI Global Small Cap Index. CPIN justru menjadi satu-satunya emiten Indonesia yang mendapat tambahan (addition) dalam perubahan konstituen kali ini. Ini menjadi sinyal bahwa meski terdepak dari indeks utama, CPIN masih dipandang memiliki potensi di pasar modal.

9 Saham Indonesia Didepak dari MSCI

Di sisi lain, sembilan saham Indonesia harus keluar dari indeks MSCI Global Small Cap. Kesembilan saham tersebut yakni:

  • Bank Jago Tbk (ARTO)

  • Bukalapak.com Tbk (BUKA)

  • Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA)

  • MD Entertainment Tbk (FILM)

  • Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)

  • MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG)

  • Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)

  • Semen Indonesia Tbk (SMGR)

  • Transcoal Pacific Tbk (TCPI)

Perubahan konstituen ini akan mulai berlaku setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026. Investor diharapkan mencermati dampaknya terhadap portofolio mereka, terutama bagi yang memiliki saham-saham tersebut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags