Prabowo Ungkap Dua Angka Keberuntungan dalam Hidupnya: 8 dan 13

- Minggu, 07 Juni 2026 | 11:25 WIB
Prabowo Ungkap Dua Angka Keberuntungan dalam Hidupnya: 8 dan 13

Presiden Prabowo Subianto membagikan kisah pribadinya mengenai dua angka yang ia yakini sebagai angka keberuntungan, yaitu delapan dan 13. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para pejabat dan tenaga pendidik saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 di Tabanan, Bali, pada Minggu, 7 Juni 2026. Dalam kunjungan itu, Kepala Negara menyapa Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, serta jajaran pengelola sekolah tersebut.

Prabowo mengawali ceritanya dengan menyinggung angka 17 yang tertera pada nama sekolah yang ia kunjungi. Menurutnya, angka tersebut memiliki makna khusus karena berkaitan erat dengan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus. Ia kemudian menghubungkan angka satu dan tujuh yang jika dijumlahkan menghasilkan delapan.

“17 itu kayaknya angka baik ya, proklamasi kita 17 Agustus, 1 tambah 7 (hasilnya) 8. Saya waktu dulu di tentara, saya diberi kode sandi, sandinya adalah 08. Jadi angka 8 bagi saya sangat angka yang beruntung,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan bahwa terdapat dua angka yang kerap muncul dalam perjalanan hidupnya, yaitu delapan dan 13. Namun, ia tidak merinci lebih jauh latar belakang atau peristiwa yang membuat angka 13 turut ia anggap sebagai angka keberuntungan. “Ada dua angka yang beruntung, 8 dan 13. Selalu di hidup saya muncul,” katanya.

Sementara itu, Prabowo menjelaskan bahwa kunjungan ke sekolah tersebut bukanlah agenda yang ia rencanakan jauh-jauh hari. Ia baru memutuskan sehari sebelumnya untuk meninjau sekolah rakyat di luar Pulau Jawa. Setelah menyampaikan keinginannya, ia pun diarahkan untuk mengunjungi SRMP 17 Tabanan.

“Hari ini saya tidak milih, saya tidak tahu, saya hanya mengatakan, baru kemarin saya putuskan, saya mau lihat sekolah rakyat di luar Jawa. Coba di Bali ada nggak, ada. Dibawa ke sini, kebetulan sekolahnya SRMP 17, jadi memang sudah diatur. Jadi terima kasih kepala sekolah, para guru, Menteri Sosial, pejabat-pejabat Kementerian Sosial,” ujarnya menutup pernyataan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar