Pelatnas Kirim Atlet Lebih Awal untuk Aklimatisasi Jelang All England 2026

- Selasa, 24 Februari 2026 | 23:45 WIB
Pelatnas Kirim Atlet Lebih Awal untuk Aklimatisasi Jelang All England 2026

Christhoper Natanael Raja


Jakarta – Persiapan tim bulu tangkis Indonesia untuk All England 2026 sudah bergulir. Dan menurut Indra Widjaja, pelatih tunggal putra, langkah awal yang diambil panitia pelatnas ini patut diapresiasi. Mereka berangkat lebih dulu ke Inggris untuk aklimatisasi. Bagi Indra, ini keputusan yang tepat, terlebih untuk atlet muda seperti Alwi Farhan yang bakal merasakan gempita All England untuk pertama kalinya.

Rombongan terbang ke London via Istanbul, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju Milton Keynes. Perjalanan yang panjang, tentu saja. Tapi justru di situlah letak pentingnya waktu ekstra itu. “Waktu tambahan sebelum turnamen sangat krusial,” ujar Indra. Pemulihan fisik pasca penerbangan panjang jadi lebih maksimal.

“Saya rasa ini positif,” katanya lagi.

“Terutama untuk penyesuaian waktu dan perjalanan panjang dari Indonesia ke Inggris. Recovery bisa lebih bagus.”

Pernyataan itu disampaikannya melalui keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).

Nah, bagi Alwi Farhan, ini akan jadi pengalaman yang sama sekali baru. All England, turnamen tertua di dunia, punya atmosfer yang unik. Banyak yang bilang suasana di sana ‘angker’. Indra tak memungkiri hal itu. Namun begitu, ia punya pesan khusus untuk anak asuhnya.

“Memang orang bilang atmosfer All England itu angker,” akunya.

“Tapi apa pun itu, saya rasa ini pengalaman yang baik untuk dia. Jangan terbebani stigma. Nikmati saja prosesnya.”

Menurut Indra, menghadapi tekanan di panggung besar seperti inilah yang membentuk mental seorang atlet elite. Itu adalah bagian dari proses pembelajaran yang tak ternilai. Di sisi lain, persiapan teknis juga tak boleh luput. Adaptasi dengan cuaca Inggris yang dingin dan perbedaan waktu jelas bukan hal sepele. Dengan mini training camp ini, para pemain punya kesempatan untuk menyesuaikan kondisi fisik sebelum benar-benar terjun ke lapangan.

Dari 20 atlet pelatnas yang dijadwalkan tampil, hampir semuanya mengikuti program ini. Hanya pasangan ganda putri, Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amallia Cahaya Pratiwi, yang absen karena masih bertanding di German Open.

Pada akhirnya, bagi Indra, persiapan yang matang adalah fondasi segalanya. Hasil tentu penting. Tapi pengalaman merasakan langsung denyut nadi turnamen bergengsi seperti All England, itu sendiri sudah merupakan modal berharga untuk masa depan – khususnya bagi tunggal putra Indonesia.


Editor: Redaktur TVRINews

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar