Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi Berbasis Biometrik yang Percepat Pemulangan Jemaah Haji Jatim

- Selasa, 02 Juni 2026 | 18:05 WIB
Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi Berbasis Biometrik yang Percepat Pemulangan Jemaah Haji Jatim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi tinggi terhadap layanan keimigrasian yang diterapkan bagi para jemaah haji asal provinsinya. Ia menilai, inovasi digital yang diadopsi oleh Imigrasi Republik Indonesia telah mempercepat proses kepulangan jemaah dari Makkah, Arab Saudi, secara signifikan.

“Kita lihat layar kecil itu, cukup melihat iris (mata) dari mereka (jemaah haji), sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan paspor. Prosesnya jadi sangat cepat. Jadi digital ecosystem sudah dilakukan oleh pihak Imigrasi,” ujar Khofifah dalam keterangan video yang diterima pada Selasa (2/6/2026).

Teknologi yang dimaksud adalah layanan Corridor Gate, sebuah sistem pemeriksaan keimigrasian berbasis biometrik yang memungkinkan identifikasi jemaah cukup melalui pemindaian iris mata. Layanan ini pertama kali diterapkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada musim haji tahun lalu, dan tahun ini mulai dioperasikan di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Menurut Khofifah, kemudahan ini menjadi sangat berarti mengingat kondisi fisik jemaah yang kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Dengan Corridor Gate, proses pemeriksaan menjadi lebih singkat tanpa perlu membuka atau mengecap paspor satu per satu.

“Tentu kami menyampaikan terima kasih bahwa hari demi hari layanan publik kepada masyarakat, terutama hari ini kepada jemaah haji ini, semua memberikan kemudahan dan percepatan pelayanan. Tentu suasana menjadi lebih convenience (nyaman) bagi mereka (jemaah haji),” ungkap mantan Menteri Sosial RI tersebut.

Di sisi lain, Khofifah juga menekankan bahwa percepatan layanan tidak mengurangi prinsip kehati-hatian. Ia menilai, seluruh ikhtiar yang dilakukan Imigrasi tetap berlandaskan pada asas prudence demi menjaga keamanan dan ketertiban.

“Mereka habis perjalanan jauh relatif lelah. Tapi, dari proses keimigrasian, cukup mereka melihat layar kecil, sudah cukup untuk memberikan identifikasi dan tanpa dicap lagi paspornya mereka. Saya ingin menyampaikan bahwa semua ikhtiar ini tentu dilakukan dengan memaksimalkan layanan publik dan tetap dengan asas prudence, kehati-hatian,” kata Khofifah.

Ia pun kembali menegaskan rasa terima kasihnya kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Ditjenim Kemenimipas) yang dinilai telah membangun sinergitas dalam memberikan kemudahan layanan bagi jemaah haji. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Imigrasi yang sudah membangun sinergitas di dalam memberikan kemudahan layanan bagi jemaah haji,” pungkasnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar