Kompolnas: Polri Mampu Tangani Aksi Begal Tanpa Keterlibatan TNI

- Selasa, 02 Juni 2026 | 17:50 WIB
Kompolnas: Polri Mampu Tangani Aksi Begal Tanpa Keterlibatan TNI

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah memberikan izin kepada prajuritnya untuk turun tangan menangani aksi begal, sebuah langkah yang kemudian mendapat tanggapan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Lembaga pengawas eksternal Polri itu menilai bahwa institusi kepolisian sejatinya memiliki kapasitas yang memadai untuk mengatasi kejahatan jalanan tanpa harus melibatkan unsur militer secara langsung.

Komisioner Kompolnas Choirul Anam menyatakan bahwa Polri saat ini dibekali sumber daya dan teknologi yang mumpuni. Menurutnya, kemajuan di bidang peralatan dan personel semestinya membuat kepolisian mampu menjalankan tugas secara profesional dalam memberantas begal.

“Saya kira dengan kemajuan masyarakat yang sekarang, dengan teknologi yang juga maju dan sebagainya, saya kira kepolisian mampu untuk memberantas kejahatan jalanan. Apalagi kepolisian sudah ditunjang secara personal, ditunjang oleh teknologi, dibekali oleh peralatan yang canggih,” kata Anam kepada wartawan di Kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

Dia menjelaskan bahwa infrastruktur pengamanan di kota-kota besar saat ini sudah sangat mendukung kinerja aparat. Keberadaan kamera pengawas atau CCTV di berbagai sudut jalan, misalnya, menjadi salah satu alat vital yang memudahkan deteksi dan penindakan.

“Secara jalanan, banyak CCTV di mana-mana. Secara masyarakat, masyarakat juga sudah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi antar-sesama masyarakat, plus masyarakat dengan kepolisian, apalagi ada hotline 110,” tuturnya.

Di sisi lain, Anam mengingatkan bahwa Polri memiliki rekam jejak yang panjang dalam menangani kasus begal di berbagai wilayah Indonesia. Beberapa kasus besar, menurut dia, telah berhasil diungkap. Oleh karena itu, profesionalitas Polri perlu terus didorong dan didukung, bukan justru diragukan.

“Rekam jejaknya cukup panjang ya, kepolisian menghadapi begal ini di seluruh wilayah Indonesia. Dan beberapa kasus-kasus gede berhasil,” tutur Anam.

Ia pun berharap Polri tetap percaya diri pada kemampuan internalnya. Integrasi teknologi dengan instansi terkait, seperti pemerintah provinsi dan Kementerian Komunikasi dan Digital, dinilai sudah lebih dari cukup untuk memperkuat kinerja di lapangan.

“Dibantu dengan CCTV, tidak hanya CCTV-nya warga, tapi juga CCTV-nya Pemprov, belum lagi Komdigi dan sebagainya yang CCTV-nya canggih, bisa deteksi wajah dan sebagainya. Saya kira kepolisian harus yakin bahwa mereka mampu dan profesional seperti sebelum-sebelumnya,” imbuh Anam.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan informasi sekecil apa pun terkait aksi kejahatan jalanan melalui kanal-kanal resmi kepolisian. Menurutnya, partisipasi publik menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

“Penting kepolisian kita dorong dan kita support supaya keamanan dan kenyamanan kita terjaga. Bagi masyarakat yang mendapatkan informasi tentang begal, silakan berkomunikasi langsung dengan kepolisian sampai level paling bawah,” pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini