Pemprov DKI Rampungkan Pembongkaran 109 Tiang Monorel Mangkar di Rasuna Said

- Rabu, 25 Februari 2026 | 17:35 WIB
Pemprov DKI Rampungkan Pembongkaran 109 Tiang Monorel Mangkar di Rasuna Said

Setelah dua dekade menjadi simbol kegagalan, akhirnya hilang sudah barisan tiang monorel di Rasuna Said. Pemandangan jalanan itu kini terasa lebih lapang, tanpa siluet beton menjulang yang dulu mangkrak tak berguna.

Rabu (25/2/2026) siang, pantauan di lokasi menunjukkan proses pembongkaran total telah beres. Di sekitar Stasiun Setiabudi, bekas fondasi tiang bahkan sudah mulai digali. Galian selebar kira-kira satu setengah meter itu kini dipagari rapat, memisahkannya dari arus lalu lintas.

Memang, bekas-bekas kehadirannya masih tersisa. Di beberapa titik, debu dan pecahan beton bertebaran. Tapi untungnya, material itu tidak berserakan sampai ke badan jalan. Di tempat lain, seperti dekat Stasiun LRT Rasuna Said, masih ada sisa besi tulangan yang mencuat dari tanah, bagai kenangan yang enggan pergi.

Perubahan paling jelas terlihat dari kawasan Stasiun LRT Kuningan hingga mendekati underpass. Yang tersisa kini hanya pembatas jalan tengah, dengan sedikit tanaman hijau di atasnya. Suasana lama perlahan sirna.

Pemprov DKI sendiri sudah mengonfirmasi bahwa pekerjaan pemotongan 109 tiang monorel itu rampung akhir pekan lalu. Target selanjutnya? Menata ulang seluruh kawasan itu agar lebih manusiawi.

“Monorel yang berjumlah 109, per hari Sabtu kemarin semuanya sudah terpotong dan dirapikan,”

kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota, Selasa (24/2).

Ia menambahkan, pihaknya tak akan berhenti sampai di situ. Setelah tiang raib, giliran pembenahan menyeluruh yang akan digarap.

“Kita akan memulai pembangunan untuk (jalur) pedestrian, selokan, taman, dan sebagainya. Mudah-mudahan bulan Juni sudah bisa diselesaikan,”

ujar Pramono.

Harapannya, wajah baru Rasuna Said sudah bisa dinikmati saat HUT Jakarta pada 22 Juni nanti. Kawasan yang dulu semrawut oleh proyek gagal itu diimpikan menjadi ruang publik yang tertata, hijau, dan ramah untuk pejalan kaki.

Memang, kisah monorel Jakarta ini sudah jadi cerita usang. Proyek yang terhenti di tengah jalan itu selama bertahun-tahun meninggalkan coretan beton yang mengganggu pemandangan dan tata kota. Keluhan warga pun kerap mengemuka.

Kini, dengan tiang-tiang itu akhirnya tumbang, fokus beralih ke pemulihan. Upaya menjadikan Rasuna Said bukan sekadar jalan protokol, tapi ruang hidup yang lebih nyaman untuk warganya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar