Setelah dua dekade menjadi simbol kegagalan, akhirnya hilang sudah barisan tiang monorel di Rasuna Said. Pemandangan jalanan itu kini terasa lebih lapang, tanpa siluet beton menjulang yang dulu mangkrak tak berguna.
Rabu (25/2/2026) siang, pantauan di lokasi menunjukkan proses pembongkaran total telah beres. Di sekitar Stasiun Setiabudi, bekas fondasi tiang bahkan sudah mulai digali. Galian selebar kira-kira satu setengah meter itu kini dipagari rapat, memisahkannya dari arus lalu lintas.
Memang, bekas-bekas kehadirannya masih tersisa. Di beberapa titik, debu dan pecahan beton bertebaran. Tapi untungnya, material itu tidak berserakan sampai ke badan jalan. Di tempat lain, seperti dekat Stasiun LRT Rasuna Said, masih ada sisa besi tulangan yang mencuat dari tanah, bagai kenangan yang enggan pergi.
Perubahan paling jelas terlihat dari kawasan Stasiun LRT Kuningan hingga mendekati underpass. Yang tersisa kini hanya pembatas jalan tengah, dengan sedikit tanaman hijau di atasnya. Suasana lama perlahan sirna.
Pemprov DKI sendiri sudah mengonfirmasi bahwa pekerjaan pemotongan 109 tiang monorel itu rampung akhir pekan lalu. Target selanjutnya? Menata ulang seluruh kawasan itu agar lebih manusiawi.
kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota, Selasa (24/2).
Artikel Terkait
Kapolri Instruksikan Seluruh Jajaran Tanggapi Setiap Pemberitaan Media
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan Ribuan Pil Ekstasi Berkedok Gaun Pengantin
Elemen Masyarakat Deklarasi Dukungan untuk Program Jaga Jakarta Polda Metro Jaya
Wamenpar: Pariwisata Berkelanjutan Jadi Keharusan untuk Tingkatkan Daya Saing Global