Antusiasme menyambut kehadiran Kepala Negara mewarnai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6/2026). Para siswa menyambut orang nomor satu di Indonesia itu dengan yel-yel dan berbagai penampilan seni yang telah dipersiapkan secara khusus.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan dan kurang mampu. Menurut Presiden, pembangunan nasional tidak boleh hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, melainkan juga harus memastikan seluruh rakyat Indonesia dapat hidup dengan layak dan sejahtera.
“Jadi pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik. Karena itu, usaha untuk berbuat agar rakyat hidup baik, hidup layak adalah usaha yang sangat besar. Kita harus bekerja keras di semua bidang, salah satu adalah pendidikan,” ujar Presiden.
Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan penampilan tari Kecak yang dibawakan oleh 16 siswa Sekolah Rakyat. Salah seorang penari berkebutuhan khusus menjadi pusat perhatian dalam pertunjukan yang sarat akan nilai inklusivitas dan kebersamaan tersebut.
Di sela-sela kunjungan, Presiden juga menyempatkan diri untuk mendengarkan langsung pengalaman para siswa dan orang tua yang telah merasakan manfaat dari program Sekolah Rakyat. Seorang siswa bernama Bagus menceritakan perubahan positif yang dialaminya sejak mengikuti pendidikan di lembaga tersebut. Sementara itu, seorang orang tua calon siswa menyampaikan apresiasi kepada pemerintah karena program ini telah membuka kembali kesempatan pendidikan bagi anaknya.
Acara juga diisi dengan penampilan paduan suara yang membawakan lagu “Ayah Ibu” disertai pembacaan puisi sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua. Tidak hanya itu, seorang siswa bernama Ketut Arlan menunjukkan kemampuannya berbahasa asing dengan menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris di hadapan Presiden.
Rangkaian acara turut menampilkan video profil seorang siswa bernama Fikri yang mengisahkan perjalanan hidup dan perjuangannya dalam memperoleh pendidikan. Kisah tersebut memberikan gambaran nyata mengenai dampak program Sekolah Rakyat dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi. Melalui tayangan itu, pemerintah ingin menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi sarana mobilitas sosial sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.
Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan perkembangan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem, Bali. Menurut Saifullah, gedung tersebut dirancang untuk menampung 270 siswa pada tahun ajaran 2026/2027, dengan masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Saat ini, jumlah calon peserta didik Sekolah Rakyat di Bali telah mencapai 406 siswa, terdiri atas 18 calon siswa SD, 213 calon siswa SMP, dan 175 calon siswa SMA.
“Untuk tahap ini ada 93 yang sedang sekarang berproses, salah satunya adalah di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali di mana nanti diharapkan kalau sudah selesai, yang ada di sini akan pindah ke gedung permanen itu. Nah di gedung baru nanti kita akan mengalokasikan 270 siswa dan sekarang sudah lebih dari 400 peserta yang terjangkau. Untuk SMP dan SMA sudah melebihi kapasitas, melebihi alokasi, sementara yang SD masih sedang dalam berproses,” ujar Saifullah.
Kunjungan Presiden diakhiri dengan makan siang bersama para siswa dan orang tua Sekolah Rakyat. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan tersebut, yang sekaligus menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap penguatan pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak Indonesia. Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah berharap semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum: Video Maaf Sarwendah Tak Ada Kaitannya dengan Ruben Onsu
Pemkot Makassar Resmi Terima Hibah Lahan 8.188 M² dari PIP untuk Pengembangan Stadion Untia
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,738 Juta per Gram, Buyback Tak Bergerak
Biota Group Matangkan Konsep Umrah Akbar Carter Satu Pesawat Lewat Forum Koordinasi Mitra